Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Iran

Parlemen Iran setujui Mehrdad Akhlaqi jadi Menhan, ancam balasan luas

Parlemen Iran menyetujui Mehrdad Akhlaqi Ketabchi sebagai menteri pertahanan baru pada Minggu, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Usai ANTARA News riau 2 ...

Sumber foto: ANTARA News Riau

Jakarta (ANTARA) – Parlemen Iran menyetujui Mehrdad Akhlaqi Ketabchi sebagai menteri pertahanan baru pada Minggu, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Usai mendapat persetujuan, Akhlaqi langsung melontarkan peringatan keras terkait kemungkinan serangan baru terhadap negaranya.

Lembaga penyiaran negara Iran, IRIB, melaporkan Akhlaqi memperoleh 237 suara setuju dan 15 suara menolak, tanpa abstain, dalam sidang parlemen yang digelar melalui konferensi video. Dari total 277 suara yang diberikan, sebanyak 25 suara lainnya tidak dirinci dalam laporan tersebut.

Persetujuan itu diberikan setelah anggota parlemen mendengarkan argumen dari pihak yang mendukung maupun menentang pencalonan Akhlaqi, sekaligus meninjau rencana kerjanya untuk memimpin Kementerian Pertahanan Iran.

Akhlaqi menggantikan Aziz Nasirzadeh, yang dilaporkan tewas dalam serangan awal Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Setelah kematian Nasirzadeh, jabatan menteri pertahanan untuk sementara dijalankan oleh Majid Ebn al-Reza.

Peringatkan AS soal Penggunaan Bom MOABDalam pernyataan pertamanya setelah disetujui parlemen, Akhlaqi menegaskan bahwa Iran telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan penggunaan bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB) oleh militer AS. Bom konvensional tersebut dikenal dengan julukan Mother of All Bombs.

“Kami telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menghadapi tindakan semacam itu dan terus bekerja dengan penuh keyakinan,” kata Akhlaqi kepada wartawan.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Ia juga menyampaikan peringatan kepada Presiden AS Donald Trump agar mempertimbangkan keselamatan pasukan Amerika jika Washington memutuskan menggunakan senjata tersebut.

“Jika dia menjatuhkan satu bom, dia harus melihat berapa banyak pasukan yang harus dibawa keluar dari kawasan itu dalam posisi horizontal,” ujarnya, merujuk pada kemungkinan jatuhnya korban di pihak militer AS.

Akhlaqi mengklaim kesiapan pertahanan Iran menjadi salah satu faktor yang membuat Washington sejauh ini menahan diri untuk tidak menggunakan bom tersebut. Namun, ia memperingatkan bahwa situasi dapat berubah apabila ancaman serangan benar-benar diwujudkan.

Janjikan Respons “Mengejutkan dan Luas”Peringatan serupa disampaikan Akhlaqi sebelum pemungutan suara di parlemen. Ia menegaskan Iran akan memberikan respons yang disebutnya “mengejutkan dan luas” apabila AS dan Israel kembali melancarkan serangan.

“Jika musuh Amerika-Zionis kembali melakukan kesalahan perhitungan, respons bangsa Iran dan para pejuang Islam akan mengejutkan dan luas,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Washington dan sekutunya harus bertanggung jawab atas setiap konsekuensi yang timbul, baik di tingkat regional maupun internasional.

Akhlaqi juga mengungkapkan bahwa dirinya telah masuk dalam “daftar pembunuhan” musuh-musuhnya selama 35 tahun. Ia berjanji memperkuat apa yang disebut Iran sebagai “front perlawanan”, istilah yang digunakan Teheran untuk merujuk pada jaringan sekutu dan kelompok yang sejalan dengan kepentingannya di kawasan.

Prioritaskan Industri Pertahanan dan RisetDalam program kerjanya, Akhlaqi menempatkan pengembangan kemampuan pertahanan Iran sebagai salah satu prioritas utama. Agenda tersebut mencakup perluasan produksi pertahanan di seluruh jaringan industri dalam negeri, peningkatan kegiatan riset, serta penyesuaian struktur Kementerian Pertahanan dengan ancaman keamanan yang dihadapi saat ini.

Akhlaqi bukan sosok baru di lingkungan pertahanan Iran. Ia merupakan pejabat senior yang telah lama berkarier di kementerian tersebut dan sebelumnya memimpin Organisasi Industri Dirgantara Iran.

Namanya juga tercatat dalam daftar individu yang dikenai sanksi AS terkait keterlibatan dalam kegiatan yang berhubungan dengan program rudal Iran.

Penunjukan Akhlaqi berlangsung ketika Teheran menyatakan kesiapan menghadapi kemungkinan serangan lanjutan. Pernyataan-pernyataannya setelah memperoleh persetujuan parlemen memperlihatkan bahwa penguatan industri pertahanan dan kesiapan menghadapi ancaman eksternal akan menjadi bagian penting dari agenda kepemimpinannya.

Pewarta : Primayanti Editor: Vienty Kumala COPYRIGHT © ANTARA 2026

Sumber: ANTARA News Riau. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with