Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Perang

Obama Kritik Perang Trump dengan Iran dan Kenaikan Harga

Barack Obama mengaitkan perang AS dengan Iran dengan kenaikan harga minyak, bahan bakar diesel, dan berbagai barang serta menyoroti kesepakatan nuklir 2015.

Sumber foto: Lensa Hukum

Perang Amerika Serikat dengan Iran memicu kritik dari mantan Presiden AS Barack Obama yang menilai konflik tersebut berkontribusi terhadap kenaikan harga berbagai kebutuhan. Dilansir dari Detikcom, Minggu (25/10/2026), Obama menyampaikan kritik itu dalam kampanye di Ohio menjelang pemilihan paruh waktu AS, dengan menyoroti dampak konflik terhadap harga minyak dan barang.

Obama menghubungkan kenaikan harga minyak dengan posisi Iran di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui distribusi minyak ke pasar dunia. Menurut dia, perkembangan konflik membuat jalur tersebut menjadi faktor penting yang memengaruhi pasokan energi dan harga bahan bakar.

Dalam kampanye tersebut, Obama membandingkan pendekatan diplomatik yang ditempuh pemerintahannya dengan keputusan Trump menarik Amerika Serikat dari kesepakatan nuklir Iran. Ia menyatakan bahwa kesepakatan tersebut dirancang untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir tanpa harus menggunakan kekuatan militer.

Obama menjelaskan bahwa perjanjian dengan Iran memungkinkan pembatasan program nuklir melalui kesepakatan diplomatik.

"Iran tidak memiliki senjata nuklir karena saya telah menetapkan sebuah kesepakatan yang diakui oleh semua pihak mampu mencegah mereka memperoleh senjata nuklir. Dan saya tidak perlu meluncurkan satu pun rudal untuk mencapainya. Saya hanya perlu melakukan diplomasi," ujar Barack Obama, mantan Presiden AS.

Ia juga menyoroti perubahan posisi Iran dalam kaitannya dengan jalur pelayaran internasional yang menjadi bagian penting perdagangan energi global.

"Saat ini, Iran memiliki hak veto atas Selat Hormuz, jalur yang dilalui minyak untuk didistribusikan ke pasar dunia," ujar Barack Obama, mantan Presiden AS.

Obama kemudian mengaitkan konflik tersebut dengan kenaikan harga energi yang berdampak pada berbagai sektor ekonomi. Ia menyoroti harga minyak dan bahan bakar diesel sebagai komponen yang mengalami kenaikan.

"Inilah alasan mengapa harga minyak naik. Inilah alasan mengapa harga bahan bakar diesel naik. Inilah alasan mengapa harga hampir semua barang mengalami kenaikan," ujar Barack Obama, mantan Presiden AS.

Kesepakatan nuklir yang menjadi latar belakang kritik Obama ditandatangani pada 2015 dan secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Berdasarkan perjanjian tersebut, Iran setuju membatasi pengayaan uranium dan menerima inspeksi sebagai imbalan atas pelonggaran sanksi.

Donald Trump menarik Amerika Serikat keluar dari JCPOA pada 2018, ketika menjalani masa jabatan pertamanya sebagai presiden. Keputusan tersebut menjadi salah satu perbedaan utama antara pendekatan pemerintahan Trump dan kebijakan diplomatik yang ditempuh Obama terhadap program nuklir Iran.

Sumber: Lensa Hukum. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with