Mohseni Ejei Temui Mojtaba Khamenei Bahas Ganti Rugi AS
Ketua Mahkamah Agung Iran Gholamhossein Mohseni Ejei bertemu Mojtaba Khamenei untuk membahas pemberantasan korupsi dan tuntutan ganti rugi terhadap AS.

Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei bertemu dengan Ketua Mahkamah Agung Iran Gholamhossein Mohseni Ejei untuk membahas pemberantasan korupsi, perlindungan hak masyarakat, serta tuntutan kompensasi terhadap Amerika Serikat. Pertemuan yang dilaporkan media Iran pada Minggu (25/10/2026) itu berlangsung ketika Mojtaba belum pernah tampil di hadapan publik sejak ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi pada Maret 2026. Menurut laporan Mizan Online, situs lembaga peradilan Iran, kedua pejabat membicarakan langkah untuk melindungi hak publik dan mengatasi berbagai hambatan dalam pemberantasan korupsi.
Mereka juga membahas upaya memperoleh ganti rugi atas kerugian yang dikaitkan dengan tindakan Amerika Serikat dan Israel. Mizan Online melaporkan bahwa agenda pertemuan tersebut mencakup menjamin hak-hak publik, serta memerangi korupsi dan hambatan-hambatannya secara efektif. Laporan itu tidak merinci langkah hukum yang akan ditempuh maupun mekanisme pengajuan kompensasi.
Dalam pembahasan mengenai tuntutan terhadap Washington dan Israel, kedua pejabat turut menyoroti menuntut pemulihan hak serta kompensasi atas kerugian materiil maupun imateriil yang timbul akibat kejahatan yang dilakukan oleh pihak Amerika-Zionis. Mizan Online tidak mengungkapkan waktu dan lokasi pertemuan tersebut.
Sejak menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, Mojtaba lebih banyak menyampaikan komunikasi melalui pernyataan tertulis. Sejumlah pesan yang dikaitkan dengannya diterbitkan dalam bentuk tulisan tangan, tetapi belum ada pesan video yang dirilis, menurut laporan AFP yang dikutip media Iran. Ketidakhadiran Mojtaba di hadapan publik membuat informasi mengenai aktivitasnya terbatas. Media Vietnam.vn pada 22 Oktober 2026 melaporkan bahwa ia juga mengadakan pertemuan dengan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf untuk membahas perkembangan konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam pertemuan dengan Ghalibaf tersebut, pembahasan mencakup penguatan kapasitas nasional, pemeliharaan persatuan masyarakat, serta koordinasi pemerintah dan parlemen dalam menghadapi tantangan ekonomi dan sosial. Kedua pihak juga menyoroti hubungan Iran dengan mitra strategisnya. Ghalibaf dilaporkan memberikan penjelasan mengenai kegiatan parlemen sejak perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel pecah pada 28 Februari 2026. Ia juga memaparkan rencana yang sedang berjalan dan langkah yang disiapkan untuk menghadapi berbagai tantangan nasional.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya juga bertemu dengan Mojtaba. Menurut laporan Vietnam.vn, Pezeshkian menyatakan telah bertemu dengan pemimpin tertinggi tersebut dua kali sejak Maret, termasuk pertemuan pada Agustus yang berlangsung lebih dari tujuh jam. Selain presiden dan ketua parlemen, Ali Abdollahi juga pernah bertemu dengan Mojtaba setelah pergantian kepemimpinan.
Abdollahi, yang sebelumnya memimpin pusat komando Khatam al-Anbiya yang mengawasi operasi militer Iran, kemudian ditunjuk sebagai kepala staf angkatan bersenjata Iran sambil tetap memegang jabatan sebelumnya. Mojtaba terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran pada 8 Maret 2026, setelah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Pertemuan dengan para pejabat tinggi tersebut berlangsung di tengah ketegangan antara Teheran dan Washington, termasuk perselisihan mengenai pengaturan keamanan di Selat Hormuz.
Sumber: Suara Independent News. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...