Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Houthi

Militer Yaman klaim lebih dari 430 anggota Houthi tewas atau terluka dalam 24 jam

Militer Yaman mengklaim lebih dari 430 anggota kelompok Houthi tewas atau terluka dalam 24 jam terakhir setelah pasukan pemerintah melancarkan 1.292 serangan terhadap posisi militer, kendaraan, dan fasilitas logistik kelompok...

Sumber foto: Anadolu Ajansı

Militer Yaman menyatakan lebih dari 430 anggota kelompok Houthi tewas atau terluka dalam serangkaian operasi militer selama 24 jam terakhir, ketika pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok yang didukung Iran itu semakin intensif di sejumlah wilayah.

Dalam pernyataan pada Jumat (16/10), Angkatan Bersenjata Yaman menyebut telah melancarkan 1.292 serangan terhadap sasaran militer Houthi dalam operasi bertajuk "Fajar Yaman".

Serangan tersebut menargetkan posisi militer, titik pertahanan, benteng pertahanan, parit perlindungan, posisi tembak, lokasi berkumpulnya pasukan cadangan, serta kendaraan pengangkut dan logistik milik Houthi.

Menurut militer Yaman, dukungan tembakan intensif telah menciptakan kondisi yang memungkinkan pasukan melancarkan serangan dan memperluas kemajuan di medan pertempuran.

"Lebih dari 430 anggota Houthi tewas atau terluka dalam operasi tersebut, sementara lebih dari 100 kendaraan dan peralatan militer dihancurkan atau dibuat tidak dapat digunakan," demikian pernyataan militer Yaman.

Militer Yaman juga melaporkan kemajuan pasukannya di garis depan sebelah timur Kota Marib.

Menurut pernyataan tersebut, pasukan pemerintah berhasil memperluas wilayah yang dikuasai dengan memanfaatkan dukungan tembakan dan hasil serangan terhadap posisi Houthi.

Sejumlah posisi baru berhasil direbut, termasuk beberapa titik strategis yang berada di dataran tinggi.

Di front selatan dan barat, militer Yaman menyatakan terus meningkatkan tekanan terhadap Houthi melalui operasi yang bertujuan melemahkan kemampuan tempur kelompok tersebut.

Militer Yaman bersama Pasukan Perlawanan Rakyat juga dilaporkan menangkap sejumlah komandan lapangan Houthi.

Para komandan yang ditangkap disebut sedang menjalani proses sesuai dengan prosedur militer dan hukum yang berlaku.

Dalam pernyataannya, militer Yaman turut mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah kekuasaan Houthi agar melindungi anak-anak mereka dari perekrutan paksa maupun kampanye perekrutan kelompok tersebut.

Keluarga juga diminta tidak mengirimkan anak-anak mereka ke lokasi yang digunakan Houthi untuk kegiatan pertempuran.

Sementara itu, Angkatan Bersenjata Yaman yang berada di bawah pemerintah melaporkan pertempuran sengit dengan kelompok Houthi di Provinsi Taiz, yang mengalami serangan intensif sejak bulan lalu.

"Unit militer dan pasukan perlawanan terlibat pertempuran sengit dengan milisi Houthi di kawasan pegunungan selatan Provinsi Taiz sejak dini hari," menurut pernyataan tertulis militer Yaman.

Melalui akun Facebook resminya, militer Yaman menyebut kelompok Houthi telah meningkatkan intensitas serangan di wilayah tersebut.

Houthi dilaporkan melancarkan serangan dari front Shaqab, yang berada di pintu masuk selatan Taiz.

Namun, setelah pertempuran sengit selama lebih dari delapan jam, pasukan pemerintah mengklaim berhasil memukul mundur serangan tersebut.

"Sebanyak 16 anggota milisi Houthi tewas dan banyak lainnya terluka. Milisi Houthi tidak berhasil memperoleh kemajuan apa pun di wilayah tersebut," kata militer Yaman.

Hingga berita ini diturunkan, kelompok Houthi belum memberikan tanggapan terkait laporan tersebut.

Gubernur Taiz Nabil Shamsan mengatakan kelompok Houthi telah mengepung Kota Taiz dengan menutup seluruh akses jalan selama 15 hari terakhir.

Menurut Shamsan, jumlah penduduk di wilayah tersebut kini mendekati empat juta jiwa, termasuk warga yang mengungsi akibat serangan Houthi selama bertahun-tahun.

Dia mengatakan blokade yang menghambat masuknya bensin dan solar telah menyebabkan pembangkit listrik, jaringan distribusi air, serta layanan pengangkutan sampah di Taiz berhenti beroperasi.

"Akibat terhambatnya pasokan bensin dan solar oleh Houthi, pembangkit listrik, jaringan air, dan layanan pengumpulan sampah di Taiz terhenti. Rumah sakit juga tidak mampu memberikan pelayanan yang diperlukan kepada pasien karena kekurangan obat-obatan dan perlengkapan medis," kata Shamsan.

Dia menambahkan bahwa organisasi kemanusiaan juga tidak dapat menjangkau Kota Taiz akibat penutupan akses tersebut.

Dalam perkembangan terpisah, koalisi Arab pimpinan Arab Saudi menyatakan telah menggagalkan enam serangan menggunakan rudal dan pesawat nirawak atau drone yang mengarah ke wilayah kerajaan.

Juru Bicara Koalisi Arab Brigadir Jenderal Turki al-Maliki mengatakan sebuah rudal balistik berhasil dicegat setelah terdeteksi di wilayah udara Kota Yanbu, yang terletak di pesisir Laut Merah, Arab Saudi bagian barat.

Dia juga menyebut dua rudal jelajah yang terdeteksi di atas Laut Merah telah dihancurkan.

Sementara itu, tiga drone lainnya berhasil dideteksi dan ditembak jatuh di wilayah ibu kota Riyadh dan kawasan selatan Arab Saudi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan lebih dari 4.000 orang telah melarikan diri dari konflik di Yaman menuju Djibouti, sementara kondisi kemanusiaan di wilayah terdampak pertempuran terus memburuk.

Juru Bicara Badan Pengungsi PBB (UNHCR) Matthew Saltmarsh, Juru Bicara Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) Zoe Brennan, dan Juru Bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tarik Jasarevic menyampaikan perkembangan tersebut dalam konferensi pers mingguan di Kantor PBB di Jenewa.

Saltmarsh mengatakan wabah kolera telah terdeteksi di kamp pengungsi Markazi, Djibouti, yang menampung warga yang melarikan diri dari konflik di Yaman.

Menurut dia, lebih dari 30 kasus kolera telah ditemukan di kamp tersebut, dengan satu orang dilaporkan meninggal dunia.

"Jumlah orang yang tiba di Djibouti dari Yaman telah melampaui 4.000 orang," kata Saltmarsh.

Sementara itu, Brennan mengatakan perpindahan penduduk akibat konflik masih terus berlangsung di Yaman.

Dia menyebut jumlah warga yang mengungsi di Taiz telah melampaui 233.000 orang.

Juru Bicara WHO Tarik Jasarevic memperingatkan bahwa persediaan perlengkapan medis di rumah sakit-rumah sakit Taiz semakin menipis.

Menurut dia, penutupan jalan telah menghambat pengiriman kebutuhan penting, termasuk bahan bakar, oksigen, obat-obatan, dan perlengkapan bedah.

"Akses kemanusiaan yang aman dan tanpa hambatan ke Taiz harus dipastikan," kata Jasarevic.

Dia juga melaporkan bahwa sejak 6 Agustus, sebanyak 1.282 orang tewas dan 5.891 lainnya terluka akibat konflik di Yaman.

Sumber: Anadolu Ajansı. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with