Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Palestina

Metallica Dikritik Netizen karena Sikap soal Krisis Palestina

Metallica menuai kritik setelah pidato James Hetfield di Las Vegas Sphere dianggap mengabaikan isu kemanusiaan dan solidaritas untuk Palestina.

Sumber foto: Lensa Hukum

Pidato James Hetfield dalam pertunjukan residensi Metallica di Las Vegas Sphere memicu perdebatan mengenai sikap musisi terhadap krisis kemanusiaan, terutama di Palestina. Seperti dilansir dari Detikcom, sejumlah pengguna media sosial mengkritik band metal legendaris tersebut karena dinilai terlalu netral dan memilih tidak bersuara mengenai isu global.

Perdebatan berkembang setelah pernyataan sang vokalis mengenai tujuan penampilan Metallica tersebar luas di internet. Sebagian warganet menilai bahwa keinginan untuk memusatkan perhatian pada musik semata menjadi persoalan ketika krisis kemanusiaan masih berlangsung.

Dalam penampilannya di Las Vegas Sphere, James Hetfield terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada para penggemar yang telah menempuh perjalanan jauh untuk menyaksikan konser mereka. Namun, suasana perbincangan berubah setelah ia menjelaskan tujuan Metallica berada di atas panggung.

Hetfield menyampaikan bahwa band tersebut tidak bermaksud membebani penonton ataupun memengaruhi mereka melalui pernyataan yang dianggapnya sebagai omong kosong, seperti yang menurutnya dilakukan sejumlah penghibur belakangan ini.

Di hadapan ribuan penonton, ia menekankan bahwa fokus utama Metallica adalah menghadirkan pengalaman musikal dan energi positif melalui pertunjukan mereka.

"Kami di sini cuma punya satu agenda, cinta, energi, dan musik cadas!" seru James Hetfield di hadapan penonton.

Ia juga menjelaskan bahwa penampilan tersebut dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada penggemar agar sejenak menjauh dari berbagai persoalan dan ketegangan yang terjadi di luar arena konser.

Penjelasan tersebut justru mengundang tanggapan negatif dari sejumlah pengguna media sosial, termasuk kalangan Gen Z di X dan TikTok. Mereka mempertanyakan keputusan untuk memisahkan pertunjukan musik dari persoalan kemanusiaan yang tengah menjadi perhatian dunia.

Bagi para pengkritik, pendekatan yang hanya menonjolkan musik dianggap bertentangan dengan sejarah rock dan metal sebagai genre yang kerap dikaitkan dengan perlawanan, protes, serta kritik terhadap kondisi sosial.

Reaksi itu terlihat melalui berbagai meme dan sindiran yang beredar di linimasa. Salah satu bentuk kritik yang muncul adalah penyebutan Metallica sebagai "Master of Neutrality", sebuah sindiran terhadap anggapan bahwa band tersebut memilih menjaga jarak dari isu politik dan kemanusiaan.

Perdebatan tersebut memperlihatkan perbedaan pandangan mengenai peran musisi di tengah krisis. Di satu sisi, panggung konser dapat dipandang sebagai ruang untuk menikmati musik dan beristirahat sejenak dari persoalan sehari-hari. Di sisi lain, sebagian pendengar menganggap popularitas musisi dapat menjadi sarana untuk menyampaikan kepedulian terhadap penderitaan manusia.

Nama Macklemore turut muncul dalam perbincangan karena musisi tersebut dinilai lebih terbuka dalam menyuarakan dukungan terhadap Palestina melalui penampilannya. Perbandingan ini digunakan oleh sejumlah warganet untuk mempertanyakan keberanian musisi besar dalam menyampaikan sikap mengenai keadilan dan kemanusiaan.

Dalam kritik yang beredar, keberanian untuk berbicara tentang persoalan kemanusiaan dipandang sebagai pilihan yang berbeda dari keputusan untuk mempertahankan konser sebagai ruang hiburan semata. Namun, perdebatan yang berkembang juga menunjukkan adanya perbedaan ekspektasi publik terhadap tanggung jawab sosial seorang seniman.

Kontroversi ini pada akhirnya berpusat pada pertanyaan mengenai batas antara karya seni dan sikap pribadi musisi. Bagi sebagian penggemar, musik dapat menjadi ruang untuk melepaskan diri dari tekanan kehidupan, sedangkan kelompok pengkritik menilai bahwa sikap diam di tengah krisis kemanusiaan dapat dipersepsikan sebagai bentuk ketidakpedulian.

Respons terhadap pidato James Hetfield menunjukkan bahwa hubungan antara musik, kebebasan berekspresi, dan solidaritas kemanusiaan masih menjadi bahan perdebatan. Kritik terhadap Metallica pun berkembang dari persoalan pernyataan di panggung menjadi diskusi yang lebih luas tentang harapan publik terhadap musisi berpengaruh.

Sumber: Lensa Hukum. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with