Metallica Dikritik karena Sikapnya terhadap Krisis Palestina
Metallica menuai kritik di media sosial setelah pidato James Hetfield di Las Vegas dinilai mengabaikan isu kemanusiaan dan krisis Palestina.

Jakarta, Band heavy metal Metallica menghadapi kritik di media sosial setelah pidato vokalis James Hetfield dalam rangkaian pertunjukan residensi mereka di Las Vegas Sphere menjadi perbincangan. Sejumlah pengguna X dan TikTok menilai pernyataan tersebut menunjukkan sikap terlalu netral terhadap persoalan kemanusiaan global, terutama genosida dan krisis yang berlangsung di Palestina.
Menurut pemberitaan detik.com, kontroversi bermula ketika rekaman pidato Hetfield tersebar luas di media sosial. Ucapannya dianggap menyindir musisi lain, termasuk Macklemore, yang secara terbuka menyuarakan dukungan untuk Palestina dalam konsernya.
Dalam pidato tersebut, Hetfield menyampaikan apresiasi kepada penggemar yang menempuh perjalanan jauh untuk menyaksikan penampilan Metallica. Namun, suasana perbincangan berubah setelah ia menjelaskan tujuan band tampil di hadapan ribuan penonton.
Hetfield menegaskan bahwa Metallica ingin menghadirkan pengalaman bermusik tanpa membebani penonton dengan pesan yang dianggapnya tidak relevan dengan tujuan pertunjukan mereka.
"Kami di sini hanya membawa satu agenda, yaitu cinta, energi, dan musik cadas!" seru James Hetfield di hadapan penonton.
Menurut pemberitaan detik.com, Hetfield menggambarkan pertunjukan tersebut sebagai kesempatan bagi penggemar untuk sejenak menjauh dari hiruk-pikuk dan berbagai persoalan yang berlangsung di luar arena konser. Pernyataan itu kemudian memicu perdebatan mengenai peran musisi dalam merespons krisis kemanusiaan.
Sejumlah pengguna media sosial mengkritik pendekatan yang berfokus pada musik dan hiburan tersebut. Mereka menilai sikap semacam itu bertentangan dengan sejarah musik rock dan metal yang kerap menjadi sarana perlawanan, protes, serta kritik terhadap persoalan sosial dan politik.
Reaksi tersebut banyak muncul dari pengguna generasi Z di X dan TikTok. Sebagian menganggap sikap diam di tengah krisis kemanusiaan bukan sekadar pilihan profesional, melainkan bentuk ketidakpedulian terhadap situasi yang sedang berlangsung.
Sindiran terhadap Metallica juga menyebar dalam bentuk meme. Salah satunya berupa suntingan poster dengan tulisan "Master of Neutrality", yang menyindir sikap band tersebut dalam perdebatan mengenai isu kemanusiaan.
Dalam perbincangan yang sama, sejumlah pengguna membandingkan Metallica dengan Macklemore. Rapper tersebut mendapat perhatian karena secara terbuka menyuarakan dukungan untuk Palestina melalui penampilannya di panggung.
Kontroversi ini menempatkan perbedaan pendekatan kedua musisi dalam sorotan publik. Perdebatan di media sosial berpusat pada apakah konser seharusnya menjadi ruang yang berfokus pada hiburan atau juga menjadi tempat bagi musisi untuk menyampaikan sikap terhadap persoalan kemanusiaan.
Sumber: bsinews.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.