Mesir siap kerahkan pasukan bantu Arab Saudi
Parlemen Mesir menggelar sidang darurat untuk membahas kemungkinan pengerahan pasukan militer guna mendukung Arab Saudi menyerang Houthi.

Namun, berdasarkan Pasal 152 Konstitusi Mesir, presiden selaku panglima tertinggi angkatan bersenjata tidak dapat menyatakan perang atau mengerahkan pasukan militer untuk misi tempur di luar negeri tanpa mempertimbangkan rekomendasi Dewan Pertahanan Nasional dan memperoleh persetujuan dua pertiga anggota parlemen.
Adapun aturan internal parlemen juga mensyaratkan persetujuan melalui sidang darurat tertutup yang digelar atas permintaan presiden setelah berkonsultasi dengan Dewan Pertahanan Nasional.
Namun, sebelum sidang parlemen berlangsung, Dewan Pertahanan Nasional yang dipimpin El-Sisi menyatakan solidaritas penuh kepada Arab Saudi.
Juga Dewan tersebut menjanjikan segala bentuk dukungan yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan stabilitas Arab Saudi, melindungi sumber daya serta keutuhan wilayahnya, dan menjaga situs-situs suci umat Islam.
Selanjutnya, Dewan Pertahanan Nasional menegaskan bahwa keamanan Arab Saudi berkaitan erat dengan keamanan nasional Mesir dan kawasan Arab secara keseluruhan.
Di samping itu, badan tersebut memutuskan untuk melanjutkan dan mengintensifkan upaya politik serta diplomatik bersama mitra regional dan internasional guna meredakan ketegangan dan mencari penyelesaian damai atas krisis yang berlangsung.
Dilaporkan lagi, langkah Mesir tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman. Kelompok yang didukung Iran itu dan dicap kelompok teroris oleh Saudi, terus melancarkan serangan rudal dan drone ke wilayah Arab.
Di pihak lain, koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional meningkatkan operasi militernya terhadap Houthi dalam beberapa hari terakhir.
Seperti Kompas.tv melansir, operasi tersebut mencakup serangan udara ke wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi, termasuk ibu kota Yaman, Sanaa. Lantas, Houthi juga mengancam akan meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi, termasuk dengan menargetkan fasilitas minyak dan gas. (P-*/man)
Sumber: berita prioritas. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...