Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Arab Saudi

Mesir Siap Bela Saudi, Parlemen Sidang Darurat 18 Oktober

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menyatakan Mesir akan mengambil langkah apa pun yang diperlukan untuk membela Arab Saudi bila diminta, merespons serang

Sumber foto: https://feedberry.com/

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menyatakan Mesir akan mengambil langkah apa pun yang diperlukan untuk membela Arab Saudi bila diminta, merespons serangan kelompok Houthi terhadap Bandara Internasional Riyadh dan Saudi Aramco. Parlemen Mesir menjadwalkan sidang pleno darurat pada Minggu, 18 Oktober, pukul 13.00 waktu setempat atau 10.00 GMT. Pernyataan itu disampaikan Sisi dalam upacara kelulusan di Akademi Militer, dengan pengakuan bahwa langkah tersebut memerlukan otorisasi parlemen. Ia juga menegaskan tidak akan membiarkan keamanan dan stabilitas Arab Saudi terganggu, dan akan bertindak sesuai arahan Raja Salman serta Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Dimensi yang luput dari headline: pernyataan ini bukan semata aliansi keamanan. Mesir dan Arab Saudi adalah mitra strategis dan ekonomi yang erat.

Sejak penggulingan Mohamed Morsi pada 2013, Arab Saudi bersama negara Teluk kaya minyak lainnya menyalurkan bantuan, menempatkan dana di bank sentral Mesir, dan menanam investasi bernilai miliaran dolar. Dukungan itu berfungsi sebagai penopang neraca eksternal Kairo. Karena itu, kesediaan Mesir membuka opsi keterlibatan militer lebih tepat dibaca sebagai kelanjutan hubungan finansial yang sudah berjalan ketimbang keputusan strategis yang berdiri sendiri. Konteks yang menentukan arah: pada 15 September, Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman menemui Sisi untuk membahas keamanan dan navigasi di Laut Merah. Frase terakhir itu krusial. Bagi Mesir, Laut Merah dan Terusan Suez adalah sumber devisa, sehingga eskalasi yang meluas ke jalur pelayaran berbalik mengancam pendapatan valas Mesir sendiri.

Mesir pernah bergabung dengan koalisi pimpinan Arab Saudi pada 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman. Namun konteks tahun ini berbeda: sasaran Houthi kini mencakup bandara Riyadh dan fasilitas Aramco, dua simpul yang menyentuh persepsi pasokan minyak dunia. Penularannya ke Indonesia tidak lewat jalur militer, melainkan harga energi — Brent berada di US$109,86 atau naik 3,72%, USD/IDR di 18.000, dan IHSG di 5.185 setelah terkoreksi 11,57%. Kombinasi minyak mahal dan rupiah lemah adalah kombinasi termahal bagi importir minyak netto.

Sumber: https://feedberry.com/. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with