Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Nasional

Menbud Ajak Masyarakat Hidupkan Budaya di Hari Kebudayaan Nasional 2026

Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menilai Hari Kebudayaan Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk menghidupkan budaya Indonesia. Peringatan ini mengajak masyarakat menjaga warisan leluhur sekaligus menjadikan kebudayaan sebagai bagian kehidupan...

Sumber foto: RRI.co.id

Jakarta – Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menilai Hari Kebudayaan Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk menghidupkan budaya Indonesia. Peringatan ini mengajak masyarakat menjaga warisan leluhur sekaligus menjadikan kebudayaan sebagai bagian kehidupan sehari-hari yang terus berkembang.

Tahun ini, Hari Kebudayaan Nasional mengusung tema Budaya Hidup Indonesia Berdaya dengan semboyan berakar, bertumbuh, dan berbuah. Tema tersebut mengajak masyarakat mengenali identitas budaya, menyesuaikannya dengan perkembangan zaman, serta menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan bersama.

Ia mengatakan, kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu yang perlu dilestarikan, melainkan kekuatan untuk membangun masa depan bangsa. Menurutnya, kebudayaan harus hadir dalam keseharian masyarakat, bukan hanya tersimpan di museum atau ditampilkan saat perayaan tertentu.

"Budaya harus menjadi sesuatu yang hadir dan dirasakan dalam kehidupan masyarakat, bukan hanya tersimpan di museum. Kebudayaan juga tidak cukup tercatat dalam dokumen atau ditampilkan pada perayaan tertentu saja," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu, 17 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, makna berakar mengingatkan masyarakat agar mengenali dan menghargai budaya yang membentuk jati diri bangsa. Setiap daerah memiliki sejarah, tradisi, bahasa, kesenian, pengetahuan, serta nilai budaya yang menjadi kekuatan dan identitas masyarakat setempat.

Sementara itu, bertumbuh berarti kebudayaan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya. Ia menegaskan, pelestarian budaya bukan upaya membekukan tradisi, melainkan memastikan kebudayaan tetap hidup, berkembang, dan relevan bagi generasi muda.

"Pelestarian budaya tidak boleh dimaknai sebagai upaya membekukan budaya atau ekspresi budaya. Sebaliknya, kita harus memastikan kebudayaan tetap hidup, berkembang, dan relevan bagi generasi sekarang, khususnya generasi muda," katanya.

Adapun makna berbuah menekankan manfaat kebudayaan dalam memperkuat karakter, menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas bangsa, serta mempererat persatuan. Kebudayaan juga diharapkan membuka ruang kreativitas dan memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Ia berharap Hari Kebudayaan Nasional tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi kesempatan memperluas keterlibatan masyarakat dalam pelestarian budaya. Pemerintah daerah, komunitas, pelaku budaya, maestro, generasi muda, dunia pendidikan, dan seluruh pemangku kepentingan perlu mengambil peran aktif.

"Jadikan momentum ini sebagai ruang menghidupkan kebudayaan di tengah masyarakat dengan melibatkan pemerintah daerah, komunitas, dan pelaku budaya. Kita juga perlu menghadirkan berbagai kegiatan yang mampu mendekatkan kebudayaan kepada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari," ucapnya.

Ia mengajak masyarakat mengaktifkan kembali ruang budaya, merawat warisan leluhur, serta mengembangkan kegiatan seni dan tradisi lokal. Pengenalan permainan tradisional, kuliner, busana, bahasa, dan ekspresi budaya daerah diharapkan memperkuat identitas bangsa serta menjaga warisan budaya antargenerasi.

Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with