Mahasiswa UMM Raih Juara III LKTI Nasional, Usung Solusi Karhutla Berbasis Hukum dan Al-Qur’an
Dua mahasiswa UMM meraih Juara III LKTI nasional melalui gagasan integrasi hukum positif dan nilai Al-Qur’an untuk menanggulangi karhutla

Keprihatinan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah mengantarkan dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Wanda Hamidah Irwani dan Fitriyani Farida, meraih Juara III dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya.
Keduanya menawarkan gagasan penanggulangan karhutla dengan mengintegrasikan hukum positif, nilai-nilai Al-Qur’an, serta keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Gagasan tersebut dituangkan dalam karya berjudul “Integrasi Hukum Positif dan Nilai Qur’ani dalam Penanggulangan Karhutla di Kalimantan Tengah”.
Wanda dan Fitriyani merupakan mahasiswa angkatan 2024 Program Studi Hukum, Fakultas Hukum UMM. Karya mereka berhasil masuk enam besar finalis setelah melalui rangkaian kompetisi yang dimulai dari pendaftaran pada 12 September, dilanjutkan presentasi pada 18 September, hingga pengumuman pemenang pada 9 Oktober 2026.
Bagi Wanda, pemilihan tema karhutla tidak terlepas dari pengalaman mereka melihat persoalan lingkungan di daerah asal.
“Kebetulan saya dan partner sama-sama berasal dari Kalimantan Tengah, sehingga dampak karhutla yang kami lihat terasa sangat signifikan. Akhirnya, kami memutuskan untuk mengangkat tema tersebut,” ungkapnya.
Dalam karya ilmiahnya, Wanda dan Fitriyani menghubungkan ketentuan hukum mengenai perlindungan lingkungan dengan pesan moral dalam ajaran Islam.
Mereka mengangkat Pasal 69 ayat (1) huruf h Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang mengatur larangan pembukaan lahan dengan cara membakar. Ketentuan tersebut dipadukan dengan QS. Ar-Rum ayat 41 yang menjelaskan kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan manusia.
Menurut gagasan yang mereka susun, penanggulangan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Kesadaran moral dan keterlibatan masyarakat juga diperlukan untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Keduanya turut mempertimbangkan aturan pengecualian pembukaan lahan secara terbatas yang berkaitan dengan kearifan lokal dan tradisi leluhur masyarakat Dayak, termasuk tradisi Kaharingan. Pendekatan ini dimaksudkan agar perlindungan lingkungan tetap memperhatikan aturan adat yang berlaku.
Dengan menggabungkan aspek hukum, nilai keagamaan, dan kearifan lokal, karya tersebut menawarkan pendekatan yang berupaya menempatkan perlindungan lingkungan dan kehidupan masyarakat dalam satu kerangka penanganan.
Wanda dan Fitriyani kemudian merumuskan model integrasi empat level untuk mendukung penanggulangan karhutla. Model tersebut mencakup upaya preventif, penanganan karhutla, penguatan kepatuhan korporasi, serta koordinasi kelembagaan lintas sektor.
Penelitian disusun menggunakan metode studi kepustakaan atau library research. Dalam model tersebut, penanganan karhutla melibatkan kolaborasi pemerintah daerah, aparat, tokoh agama, tokoh adat, perusahaan, akademisi, dan masyarakat.
Pendekatan lintas sektor ini menjadi bagian penting dari gagasan mereka karena persoalan karhutla berkaitan dengan berbagai aspek, mulai dari kepatuhan terhadap peraturan hingga peran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Pencapaian Juara III LKTI nasional tersebut diraih melalui proses penyusunan karya di tengah padatnya kegiatan perkuliahan.
Wanda dan Fitriyani harus meluangkan waktu pada malam hari untuk berdiskusi dan menyusun naskah selama tiga hingga empat jam. Upaya tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi keduanya dalam menyelesaikan karya ilmiah.
Wanda mengaku bersyukur atas prestasi yang diraih, terlebih setelah timnya sempat vakum mengikuti kompetisi selama satu tahun.
Ke depan, ia berharap gagasan yang mereka susun dapat dikembangkan melalui penelitian lapangan dan kerja sama dengan pemerintah daerah. Dengan begitu, pendekatan yang ditawarkan tidak berhenti pada karya ilmiah, tetapi dapat dikaji lebih lanjut sesuai kondisi di lapangan.
Wanda juga mendorong mahasiswa UMM lainnya agar berani memulai dan aktif mengikuti kompetisi.
“Percayalah bahwa sesuatu yang kita mulai dari langkah kecil dapat berkembang menjadi sesuatu yang besar di kemudian hari,” tutupnya. (*)
Sumber: PWMU.CO. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.