Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Arab Saudi

Lima Negara Imbau Penundaan Umrah ke Arab Saudi

Malaysia dan Singapura mengimbau penundaan umrah, sementara Indonesia meminta jemaah meningkatkan kewaspadaan setelah serangan di Bandara Riyadh.

Sumber foto: Suara Independent News

Serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada 10 Oktober 2026 memicu kekhawatiran terhadap perjalanan ibadah umrah ke Arab Saudi. Malaysia dan Singapura secara resmi mengimbau warganya menunda keberangkatan, sedangkan Indonesia meminta jemaah meningkatkan kewaspadaan. Gangguan penerbangan juga berdampak pada perjalanan jemaah dari Bangladesh dan Uni Emirat Arab.

Menurut laporan Kompas Travel yang diterbitkan pada 14 Oktober 2026, situasi tersebut mendorong sejumlah negara meninjau kembali perjalanan warganya. Dampaknya meliputi penundaan keberangkatan, pembatalan penerbangan, hingga perubahan tiket yang menambah biaya perjalanan.

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menyampaikan imbauan pada 12 Oktober 2026 agar warga menunda sementara perjalanan ke Arab Saudi, termasuk untuk melaksanakan umrah. Kebijakan tersebut muncul setelah serangan di Riyadh menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan perjalanan.

Menurut Mohamad Hasan, meskipun tidak ada insiden di Makkah, serangan rudal di Riyadh tetap memicu kekhawatiran. Pemerintah Malaysia menyarankan penundaan sementara perjalanan umrah serta kunjungan yang tidak mendesak ke Makkah dan Madinah.

Dewan Agama Islam Singapura (Majlis Ugama Islam Singapura/MUIS) pada 14 Oktober 2026 meminta umat Islam yang berencana menjalankan umrah untuk mempertimbangkan penundaan. Imbauan tersebut menyusul pembaruan saran perjalanan dari Kementerian Luar Negeri Singapura (MFA) sehari sebelumnya, ketika risiko keamanan masih menjadi perhatian.

MUIS berkoordinasi dengan agen perjalanan umrah untuk membantu jemaah yang terdampak menunda atau menjadwalkan ulang keberangkatan apabila memungkinkan. Lembaga tersebut juga mendorong agen menyediakan pengaturan yang fleksibel karena perubahan perjalanan dapat menimbulkan kerugian finansial bagi jemaah yang telah memesan tiket dan paket perjalanan.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengingatkan jemaah Indonesia yang sudah berada di Arab Saudi maupun yang masih merencanakan keberangkatan agar meningkatkan kewaspadaan. Melalui laman resminya, kementerian meminta jemaah menghindari lokasi yang berpotensi rawan dan membatasi aktivitas yang tidak mendesak, terutama di wilayah yang terdampak perkembangan keamanan.

Bagi jemaah yang belum berangkat, Kemenhaj meminta mereka terus memantau perkembangan situasi dan informasi resmi perjalanan. Jemaah juga diminta berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) untuk memastikan jadwal, status penerbangan, dan kesiapan keberangkatan.

Gangguan penerbangan setelah serangan di Bandara Riyadh turut memengaruhi perjalanan jemaah umrah dari Bangladesh, meskipun hingga 14 Oktober 2026 belum ada imbauan resmi pemerintah untuk menunda ibadah tersebut. Menurut Otoritas Penerbangan Sipil Bangladesh yang dikutip TBS News pada 14 Oktober 2026, sebanyak 86 penerbangan langsung dan transit dari Dhaka terdampak.

Salah satu agen perjalanan menyebut sedikitnya 200 jemaah umrah terkena dampak pembatalan. Sebanyak 40 jemaah yang dijadwalkan pulang pada 11 Oktober melalui Riyadh Air terpaksa mengganti tiket dengan penerbangan SalamAir, dengan harga tiket mencapai dua kali lipat.

Di Uni Emirat Arab (UEA), permintaan perjalanan umrah melemah setelah pembatalan penerbangan menyusul serangan di Bandara Riyadh. Hingga 14 Oktober 2026, belum ada imbauan resmi pemerintah untuk menunda ibadah, tetapi ketidakpastian perjalanan membuat calon jemaah khawatir terhadap kemungkinan gangguan berikutnya.

Gulf News melaporkan pada 14 Oktober 2026 bahwa agen perjalanan mencatat penurunan permintaan dan pemesanan karena masyarakat mengkhawatirkan pembatalan lanjutan. Ketidakpastian terkait situasi di Riyadh menjadi salah satu kekhawatiran utama penumpang yang merencanakan perjalanan umrah.

Oktober biasanya menandai awal periode ramai perjalanan umrah. Namun, menurut laporan tersebut, sebagian calon jemaah di UEA kini enggan menetapkan tanggal perjalanan di tengah ketidakpastian penerbangan.

Sumber: Suara Independent News. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with