Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Nasional

LDII Kediri: Lisa Salsabila Juara 1 Teacher Idol Nasional 2026 Halaman 1

LDII Kediri mencatat prestasi melalui Lisa Salsabila, yang meraih Juara 1 Teacher Idol FTIK Competition 2026 dengan nilai 98

Sumber foto: Kompasiana.com

KEDIRI — Generasi muda Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Lisa Salsabila, meraih Juara 1 dalam lomba Teacher Idol (Microteaching) FTIK Competition 2026 tingkat nasional yang diselenggarakan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Syekh Wasil Kediri.

Lisa merupakan ustadzah di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda Al Manshurin Kediri sekaligus mahasiswi UIN Syekh Wasil Kediri. Berdasarkan informasi penyelenggara yang dirujuk dalam bahan berita, Lisa memperoleh nilai akhir 98. Penyerahan hadiah berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Kompetisi tersebut mengangkat tema "Menjadi Guru Inspiratif yang Mendidik dengan Hati, Mengajar dengan Inovasi, dan Membentuk Generasi Berakhlak Mulia". Rangkaian kegiatan berlangsung sejak masa pendaftaran pada Juni 2026 hingga penyerahan hadiah.

Dalam rekap penilaian juri atas nama Umi Rosidah, M.Pd.I, tertanggal 14 Oktober 2026, Lisa menempati peringkat pertama dengan nilai 98. Adapun peringkat kedua diraih Nadya Fitri Wulandari dengan nilai 95, sedangkan peringkat ketiga ditempati Fadia Zahrotul Hendrata dengan nilai 93.

Bahan informasi lomba menyebutkan bahwa penilaian mencakup modul ajar, video berbasis TPACK, serta variasi dan indikator pembelajaran. Namun, rincian nilai yang tersedia belum menjelaskan seluruh komponen hingga mencapai nilai akhir 98.

TPACK merupakan kerangka yang mengintegrasikan pengetahuan teknologi, pedagogi, dan materi pelajaran dalam proses pembelajaran. Sementara itu, microteaching merupakan praktik mengajar dalam lingkup terbatas yang digunakan untuk melatih dan menilai keterampilan mengajar.

Kompetisi ini dirancang untuk menguji kompetensi pedagogik peserta, penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), serta pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam kegiatan belajar mengajar.

Lisa Salsabila menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia juga menyebut dukungan orang tua, guru, dosen, keluarga besar Ponpes Nurul Huda Al Manshurin, dan DPD LDII Kota Kediri sebagai bagian dari dukungan yang diterimanya.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur kepada Allah SWT atas capaian ini. Prestasi ini tidak lepas dari doa orang tua, bimbingan para guru dan dosen, serta dukungan dari keluarga besar Ponpes Nurul Huda Al Manshurin dan DPD LDII Kota Kediri," ungkap Lisa.

Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi tersebut dapat mendorong dirinya untuk terus mengembangkan metode pembelajaran yang interaktif dan inovatif.

"Kemenangan ini menjadi pelecut semangat bagi saya untuk terus belajar dan berinovasi dalam dunia pendidikan. Sebagai ustadzah dan pendidik, saya berharap metode pembelajaran yang interaktif dan berbasis inovasi ini dapat saya terapkan secara nyata untuk mencetak generasi penerus yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berakhlak mulia," tambahnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan harapan Lisa untuk mengembangkan kompetensi keguruan sekaligus menerapkan pendekatan pembelajaran yang mendukung pembentukan karakter peserta didik.

Sekretaris DPD LDII Kota Kediri yang juga Ketua Ponpes Nurul Huda Al Manshurin, Asyhari Eko Prayitno, menyampaikan apresiasi atas pencapaian Lisa.

"Kami keluarga besar LDII Kota Kediri dan Ponpes Nurul Huda Al Manshurin merasa sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh Mbak Lisa Salsabila. Ini membuktikan bahwa generasi muda LDII dan santri pesantren tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu bersaing serta unggul dalam bidang akademik dan kompetensi keguruan tingkat nasional," ujar Asyhari.

Sumber: Kompasiana.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with