Senin, 9 November 2026

DVP Berita

Terkini
Nasional

Kunjungan Wisman Tembus 12 Juta, Pariwisata Indonesia Tumbuh Resilien hingga September 2026

Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif dan ketahanan yang kuat hingga September 2026. Hal ini tercermin dari peningkatan

Sumber foto: indoposco.id

Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan pertumbuhan positif dan ketahanan yang kuat hingga September 2026. Hal ini tercermin dari peningkatan angka kunjungan, tingginya pengeluaran wisatawan, hingga kesuksesan berbagai agenda olahraga, musik, dan kebudayaan berkelas dunia yang memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.

​”Di tengah berbagai dinamika global dan tantangan di dalam negeri, sektor pariwisata terus tumbuh, semakin berkualitas, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat menyampaikan Laporan Bulanan Kinerja Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di Jakarta, Minggu (8/11/2026).

​Secara kumulatif pada Januari hingga September 2026, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 12,01 juta kunjungan, tumbuh 5,01 persen secara tahunan (year-on-year). Khusus pada September 2026, kunjungan wisman menyentuh 1,43 juta atau naik 2,31 persen, meskipun sempat diwarnai gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang berhasil dimitigasi secara cepat.

​Kualitas pariwisata juga terus membaik. Rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan (Average Spending per Arrival/ASPA) sepanjang Januari–September 2026 naik 6,18 persen menjadi 1,336 dolar AS (sekitar Rp22,36 juta). Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) menembus 938,84 juta perjalanan, naik 4,1 persen. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pun terkerek naik hingga rata-rata 49,81 persen.

​Pertumbuhan ini menyokong PDB nasional triwulan III 2026 yang tumbuh 5,47 persen, di mana sektor pariwisata berkontribusi sebesar 4,03 persen. Lapangan usaha akomodasi serta makan-minum mencatatkan lonjakan tertinggi hingga 11,22 persen. Dampak ekonomi ini juga didorong keberhasilan tiga perhelatan internasional pada Oktober 2026: MotoGP Mandalika dengan perputaran uang Rp5 triliun, konser Andrea Bocelli (Rp792 miliar), dan konser Kanye West “Ye” (Rp600 miliar).

​”Tiga event tersebut membuktikan bahwa penyelenggaraan event internasional tidak hanya menghadirkan hiburan dan meningkatkan citra destinasi, tetapi juga menciptakan permintaan terhadap hotel, restoran, transportasi, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” tutur Menpar.

​Selain ajang olahraga dan musik, diplomasi budaya dan fesyen digencarkan melalui SEAWAVES Initiative bekerja sama dengan Jakarta Fashion Week. Inisiatif ini menghadirkan pameran “Waves of Weave” dan ekshibisi khusus warisan kebaya Gusti Nurul di Museum Nasional Indonesia, serta peragaan busana “SEA Fashion Parade” yang melibatkan desainer dari enam negara Asia Tenggara.

​”Melalui SEAWAVES, kami ingin menunjukkan bahwa warisan budaya tidak hanya penting untuk dilestarikan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk memperkaya pengalaman wisata dan memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat kolaborasi fesyen Asia Tenggara,” ujar Menpar.

​Guna menjaga keberlanjutan industri, Kemenpar terus memperkuat sumber daya manusia (SDM) lewat enam Politeknik Pariwisata (Poltekpar) yang meluluskan 3.463 mahasiswa pada 2026, serta menyalurkan mahasiswa terpilih ke program magang internasional di Prancis (ARIF 2026).

​Menteri Pariwisata menegaskan bahwa seluruh pencapaian ini menjadi fondasi optimisme pariwisata nasional ke depan. “Tujuan kita bukan hanya membuat pariwisata Indonesia tumbuh lebih besar, tetapi juga tumbuh lebih berkualitas, memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi, dan menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” pungkas Widiyanti. (ney)

Sumber: indoposco.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with