Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Houthi

Konflik Houthi Arab Saudi Ancam Persiapan Haji 2027

Ketegangan Houthi-Arab Saudi berisiko mengganggu penerbangan dan pasokan kebutuhan haji 2027 serta meningkatkan biaya penyelenggaraan.

Sumber foto: ChatNews.id

Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027 menghadapi risiko keterlambatan dan kenaikan biaya akibat ketegangan Houthi-Arab Saudi. Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj memperingatkan bahwa gangguan penerbangan internasional dan distribusi logistik dapat memengaruhi keberangkatan jemaah serta pemenuhan kebutuhan operasional haji, sebagaimana dilansir dari RRI pada Rabu, 21 Oktober 2026. Mustolih menyebut sejumlah penerbangan menuju dan dari Arab Saudi mulai dihentikan akibat situasi konflik.

Menurut dia, gangguan yang berlanjut hingga Ramadan atau Syawal berpotensi menghambat persiapan dan pelaksanaan ibadah haji. Dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Mustolih menjelaskan bahwa penghentian penerbangan dapat berlangsung hingga bulan berikutnya. Ia mengkhawatirkan dampak yang lebih besar apabila konflik tidak segera mereda.

“Saya kira beberapa penerbangan internasional yang menuju dan dari Saudi juga mulai dihentikan bahkan akan sampai bulan depan. Karena itu seandainya ini tidak berhenti, misalnya sampai bulan Ramadhan atau syawal, maka saya khawatir akan menjadi keterlambatan,” ujar Mustolih Siradj, Ketua Komnas Haji.

Menurut Mustolih, transportasi udara menjadi komponen utama pembiayaan haji. Ia menyebut biaya penerbangan untuk penyelenggaraan haji 2027 mencapai sekitar 38,51 persen dari total biaya penyelenggaraan. Risiko kenaikan biaya tidak hanya berasal dari harga avtur atau bahan bakar pesawat. Gangguan rantai pasok juga dapat memengaruhi pengadaan makanan, bahan baku, dan kebutuhan operasional jemaah yang sebagian didatangkan dari luar Arab Saudi.

Mustolih menjelaskan bahwa dampak terhadap logistik perlu diperhitungkan karena distribusi barang bergantung pada kelancaran transportasi. Ancaman terhadap jalur pelayaran Laut Merah juga menjadi perhatian karena dapat menghambat pengiriman dan meningkatkan biaya pemenuhan kebutuhan jemaah. “Sebetulnya bukan Avtur saja, tapi juga akan berdampak langsung kepada logistik, semua kebutuhan ibadah haji. Termasuk makanan dan bahan bakunya, itu tidak dari Saudi, tapi juga dari luar dan ini mendorong kenaikan biaya,” ujar Mustolih.

Selain ancaman terhadap penerbangan dan distribusi barang, Mustolih menyoroti kontrak awal penyelenggaraan haji 2027 yang telah disepakati pemerintah. Menurut keterangannya, uang muka sekitar Rp4 triliun telah dibayarkan pada Agustus 2026. Ia menilai kesepakatan awal tersebut belum tentu menghindarkan penyelenggaraan haji dari tekanan biaya apabila konflik mengganggu transportasi dan rantai pasok.

Perubahan harga pada berbagai komponen operasional berpotensi memengaruhi anggaran yang telah direncanakan. “Yang sudah pasti dirasakan adalah kenaikan harga dan kontrak-kontrak awal yang disepakati, sudah DP 4 triliun bulan Agustus. Saya khawatir mengerek biaya-biaya lain, terutama penerbangan, kemudian semuanya karena rantai pasoknya bermasalah, tidak lancar seperti hari-hari biasa,” ujar Mustolih.

Menurut Mustolih, besarnya dampak terhadap pembiayaan haji akan bergantung pada perkembangan konflik dan kelancaran distribusi barang. Risiko kenaikan biaya diperkirakan semakin terasa jika gangguan berlanjut hingga Ramadan atau Syawal, ketika persiapan dan pelaksanaan haji berpotensi ikut terdampak.

Sumber: ChatNews.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with