Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Arab Saudi

Konflik Arab Saudi–Houthi, Keamanan Rute Perjalanan WNI Jadi Perhatian

Perkembangan konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman menjadi perhatian bagi warga negara Indonesia (WNI) yang akan bepergian ke Arab Saudi maupun yang sedang berada di negara tersebut....

Sumber foto: RRI.co.id

Makassar- Perkembangan konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman menjadi perhatian bagi warga negara Indonesia (WNI) yang akan bepergian ke Arab Saudi maupun yang sedang berada di negara tersebut. Kepastian jadwal penerbangan, keamanan rute perjalanan, dan informasi resmi pemerintah menjadi hal penting untuk diperhatikan sebelum melakukan perjalanan.

Kepala Pusat Studi Kawasan Asia Barat dan Asia Tengah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin, Supratman, mengatakan dampak konflik terhadap perjalanan WNI perlu dinilai berdasarkan lokasi tujuan, bandara keberangkatan atau transit, serta perkembangan situasi keamanan.

Menurutnya, insiden keamanan di suatu wilayah tidak serta-merta menunjukkan kondisi yang sama di seluruh Arab Saudi. Namun, perjalanan tetap perlu direncanakan dengan mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi selama perjalanan.

“Keselamatan perjalanan juga tidak dapat dijamin hanya berdasarkan kota tujuan,” kata Supratman, Kamis, 15 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, gangguan penerbangan dapat memengaruhi rencana perjalanan, termasuk perubahan jadwal keberangkatan, keterlambatan kepulangan, hingga tambahan biaya penginapan. Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan tekanan psikologis bagi penumpang, terutama jemaah lanjut usia dan mereka yang membutuhkan obat rutin.

Karena itu, WNI yang akan bepergian dari atau menuju Arab Saudi perlu memastikan status penerbangan kepada maskapai. Informasi dari otoritas Arab Saudi dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh juga perlu dipantau untuk mengetahui perkembangan situasi terkini.

Supratman menilai, calon pelaku perjalanan perlu berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan sebelum memutuskan berangkat. Kepastian jadwal penerbangan dan kondisi rute perlu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kelanjutan perjalanan.

“Jika rute terdampak atau keselamatan belum dapat dipastikan, penundaan merupakan pilihan yang bijak,” ujarnya.

Sementara itu, WNI yang telah berada di Arab Saudi diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan otoritas setempat maupun perwakilan Indonesia. Perjalanan yang tidak mendesak sebaiknya dibatasi, terutama apabila terdapat informasi mengenai wilayah yang berisiko.

Menurut Supratman, pemerintah perlu memberikan informasi perjalanan yang jelas dan diperbarui berdasarkan penilaian risiko aktual. Informasi tersebut sebaiknya mencakup wilayah terdampak, kondisi bandara, rute perjalanan, serta langkah perlindungan yang perlu dilakukan WNI.

Ia menambahkan, imbauan perjalanan tidak serta-merta berarti larangan untuk bepergian ke seluruh wilayah Arab Saudi. Penentuan tingkat peringatan maupun pembatasan perjalanan harus didasarkan pada asesmen Kementerian Luar Negeri, perwakilan Indonesia, dan otoritas setempat.

Dengan informasi yang akurat dan koordinasi antara pemerintah, maskapai, serta penyelenggara perjalanan, WNI diharapkan dapat mengambil keputusan secara lebih hati-hati di tengah perkembangan konflik Arab Saudi–Houthi.

Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with