Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Houthi

Komnas Haji Waspadai Konflik Houthi Saudi Ganggu Haji 2027

Komnas Haji memperingatkan konflik Houthi-Arab Saudi berpotensi menaikkan biaya, mengganggu keberangkatan, dan memicu penundaan haji 2027.

Sumber foto: ChatNews.id

Ketidakpastian keamanan di Timur Tengah menjadi perhatian dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027. Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj memperingatkan bahwa konflik Houthi-Arab Saudi dapat memengaruhi biaya perjalanan sekaligus kelancaran keberangkatan jemaah, seperti dilansir dari RRI. Risiko tersebut dinilai perlu diantisipasi karena dampak konflik berpotensi meluas hingga pelaksanaan ibadah.

Jika situasi terus memburuk, keberangkatan jemaah dari Indonesia maupun negara lain dapat menghadapi kendala. Dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI pada Rabu, 21 Oktober 2026, Mustolih menyoroti perubahan sikap Arab Saudi dalam menghadapi konflik. Menurutnya, keterlibatan langsung negara tersebut membuat situasi berbeda dibandingkan ketegangan yang terjadi sebelumnya.

"Banyak yang memprediksikan seandainya konflik berkepanjangan, dikhawatirkan bukan hanya berdampak pada biaya, tapi juga apakah hajinya bisa terlaksana. Kalau kemarin-kemarin Saudi pasif saja, nah hari ini Arab Saudi aktif," ujar Mustolih dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Rabu, 21 Oktober 2026.

Mustolih menjelaskan bahwa Arab Saudi mengambil langkah ofensif setelah menghadapi ancaman berulang. Ia turut menyinggung laporan mengenai pesawat nirawak yang memasuki Kota Makkah ketika ketegangan berlangsung. Kondisi tersebut membuat perkembangan keamanan kawasan perlu diperhatikan oleh negara-negara pengirim jemaah. Menurut Mustolih, keterlibatan langsung Arab Saudi menambah ketidakpastian yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan penyelenggaraan haji mendatang.

Ia juga membandingkan situasi sekarang dengan konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat pada tahun sebelumnya. Ketika itu, pemerintah dan calon jemaah sempat menghadapi kekhawatiran mengenai kepastian pemberangkatan akibat ketegangan di kawasan. "Ketika konflik terbatas antara Iran dengan Israel dan Amerika, tahun lalu kita ketar-ketir, apakah mau memberangkatkan atau tidak. Tapi karena perangnya terbatas kemudian menjelang pemberangkatan haji dari berbagai negara, terutama Indonesia, perangnya kemudian berhenti," katanya.

Pengalaman tersebut menjadi pembanding dalam menilai risiko untuk pelaksanaan haji 2027. Mustolih mengingatkan bahwa keberlangsungan ibadah ini berkaitan erat dengan perkembangan keamanan, terutama apabila konflik meluas dan berlangsung dalam waktu lama.

Kementerian Haji dan Umrah sebelumnya telah mengumumkan rencana operasional penyelenggaraan haji 2027. Rencana tersebut mencakup periode keberangkatan mulai April, sedangkan pemulangan jemaah dijadwalkan berlangsung hingga Juni.

Informasi jadwal sejak awal memberikan gambaran bagi calon jemaah untuk menyiapkan kebutuhan perjalanan. Namun, kepastian pelaksanaannya tetap perlu mempertimbangkan perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah. "Kemarin Kemenhaj sudah mengumumkan rencana jadwal operasional penyelenggara ibadah haji.

Jadwal hajinya jelas, bulan April sampai Juni pemulangan," ucapnya. Mustolih mewaspadai kemungkinan terjadinya keterlambatan apabila konflik berlanjut hingga Ramadan atau Syawal. Dalam keadaan seperti itu, penundaan keberangkatan dapat menjadi salah satu opsi yang perlu dipertimbangkan, bergantung pada perkembangan situasi.

Risiko yang disorot tidak terbatas pada jadwal perjalanan. Konflik berkepanjangan juga dikhawatirkan meningkatkan biaya haji sehingga kesiapan penyelenggara dan calon jemaah menjadi perhatian penting.

Mustolih mendorong calon jemaah untuk mempersiapkan kondisi keuangan dan kesehatan sebelum keberangkatan. Kedua aspek tersebut menjadi bagian dari persiapan yang perlu diperhatikan di tengah ketidakpastian situasi kawasan.

Pemantauan terhadap perkembangan konflik juga diperlukan untuk memperhitungkan kemungkinan gangguan terhadap penyelenggaraan haji. Apabila kondisi keamanan berubah secara signifikan, dampaknya dapat dirasakan melalui biaya perjalanan, kepastian jadwal, hingga kelancaran keberangkatan jemaah pada 2027.

Sumber: ChatNews.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with