Komandan AL IRGC: Pasukan AS Menjauh hingga 700 Kilometer dari Selat Hormuz
Media ABI, 23 Oktober 2026 – Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ali Azmayi, menyebut pasukan Amerika Serikat (AS) kini berada sekitar 600 hingga 700 kilometer dari...

Media ABI, 23 Oktober 2026 – Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Ali Azmayi, menyebut pasukan Amerika Serikat (AS) kini berada sekitar 600 hingga 700 kilometer dari Selat Hormuz. Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai cerminan kekuatan kawasan yang terwujud berkat pertolongan Tuhan dan pengorbanan para syuhada.
Pernyataan itu menempatkan Selat Hormuz sebagai salah satu titik penting dalam narasi kekuatan dan pertahanan Iran. Azmayi tidak hanya menyoroti posisi pasukan AS, tetapi juga mengaitkan perubahan situasi di kawasan tersebut dengan pengorbanan para syuhada dalam Perang Ramadan dan pertempuran di Selat Hormuz.
Menurut laporan Kantor Berita Tasnim, Jumat (23/10/2026), Azmayi menyampaikan pernyataan itu saat mengunjungi keluarga para syuhada. Ia menemui keluarga Ghodrat Zarangari, Abbas Eslami, Abdolreza Golzari, dan Javad Raoufi-Moghaddam, sekaligus menyampaikan salam serta pesan dari Pemimpin Tertinggi Iran.
Dalam pertemuan tersebut, Azmayi mengenang pengorbanan para syuhada dan menyerukan agar perjuangan mereka dilanjutkan. Ia juga mengaitkan pengorbanan mereka dengan apa yang disebutnya sebagai kemunduran AS dari kawasan.
“Para syuhada Selat Hormuz yang tertindas telah mencekik leher Amerika yang kriminal dan membuat rezim keji itu kehabisan napas,” katanya.
Untuk menggambarkan perubahan situasi di Selat Hormuz, Azmayi membandingkan kondisi saat ini dengan masa ketika kawasan tersebut, menurutnya, berada di bawah kendali kekuatan seperti Inggris, AS, dan Portugal.
Menurutnya, AS kini tidak lagi hadir di Teluk Persia dan telah menjauh hingga 600–700 kilometer dari Selat Hormuz. Ia juga kapal-kapal AS tidak terlihat di kawasan tersebut.
“Sekarang, Amerika tidak lagi hadir di Teluk Persia. Mereka telah menjauh sejauh 600 hingga 700 kilometer dari Selat Hormuz, dan kapal-kapal mereka tidak terlihat di kawasan ini. Amerika tidak lagi memiliki tempat di Selat Hormuz,” ujarnya.
Di luar pernyataan mengenai AS dan Selat Hormuz, kunjungan Azmayi juga membawa pesan penghormatan kepada keluarga para syuhada. Ia menyebut keluarga yang dikunjunginya sebagai kebanggaan dan menegaskan komitmennya untuk terus melayani mereka.
“Kalian adalah keluarga syuhada dan keluarga para syuhada merupakan kebanggaan kami. Kami adalah orang-orang kecil di hadapan kalian dan akan selalu siap melayani kalian,” tuturnya.
Pada akhir pertemuan, Azmayi menegaskan kesiapannya untuk turun ke medan perang jika konflik kembali terjadi. Ia juga meminta keluarga para syuhada mendoakannya agar dapat gugur di jalan Tuhan.
“Jika perang terjadi, kami juga akan berada di medan perang. Cita-cita terakhir kami adalah gugur di jalan Tuhan,” ujarnya. []
Sumber: Ahlulbait Indonesia. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.