Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Bencana Alam

Ketika Fashion Ambil Peran Sosial, Penjualan DRAFT IFDC untuk Bencana Alam di NTT

Hasil penjualan fashion DRAFT IFDC Pop-Up Store didonasikan untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam di NTT melalui YCAB Foundation.

Sumber foto: CANTIKA.com

Jakarta – Sebuah karya fashion dapat memiliki makna yang jauh melampaui nilai estetika. Hal tersebut diwujudkan melalui DRAFT IFDC Pop-Up Store Installation, yang telah berlangsung pada 2–30 September 2026 di Lower Ground, Senayan City. Setelah rangkaian DRAFT IFDC Pop-Up Store berakhir, hasil penjualan dari karya-karya yang ditampilkan dalam program tersebut kini disalurkan sebagai dana donasi untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui YCAB Foundation.

Penyerahan dana donasi secara simbolis dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2026 di Jakarta, sebagai bentuk komitmen IFDC untuk meneruskan manfaat dari program fashion tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan. DRAFT IFDC Pop-Up Store menghadirkan karya dari 22 desainer Indonesian Fashion Designers Council (IFDC) yang menerjemahkan kemeja putih melalui perspektif dan karakter desain masing-masing.

Founder YCAB Foundation, Veronica Colondam. Foto: Dok. IFDC

Founder YCAB Foundation, Veronica Colondam melihat antusiasme yang muncul dari kolaborasi tersebut sebagai sesuatu yang layak diteruskan, bahkan dikembangkan dalam bentuk yang lebih permanen. “Sekarang kita akan mencari lewat channel-nya YCAB teman-teman produksi, konveksi. Misalnya konveksi yang memang sudah jadi mitra kita,” ujar Veronica kepada Cantika, Selasa, 20 Oktober 2026.

Menurutnya, langkah tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk mempertemukan dua ekosistem yang selama ini sebenarnya sudah dimiliki YCAB. Di satu sisi, ada para desainer dan industri kreatif. Di sisi lain, YCAB memiliki jaringan pemberdayaan dan vokasi, termasuk mitra-mitra konveksi.

Selama ini, ia melihat banyak konveksi yang menjadi mitra YCAB justru memiliki pasar ekspor. Karena itu, muncul gagasan untuk mempertemukan kapasitas produksi tersebut dengan kebutuhan para desainer lokal. “Siapa tahu kebutuhan mereka bisa diterima sama desainer-desainer. Jadi selama ini kan konveksi kebanyakan ekspor, kita akan coba ketengahkan,” kata Veronica.

Bagi Veronica, gagasan ini bukan berarti YCAB tiba-tiba mengambil alih urusan produksi fashion. Ia menyadari bahwa keahlian tersebut tetap berada di tangan para pelaku industri mode. Namun, YCAB dapat menjadi penghubung antara jaringan yang sudah dimilikinya dengan kebutuhan industri kreati

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Sumber: CANTIKA.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with