Kemlu Ungkap Alasan RI Gabung Board of Peace: Kita Ikhtiar untuk Mendukung Palestina
Kemlu menegaskan keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace merupakan upaya mendukung Palestina dan pemulihan Gaza, meski keputusan itu dikritik Amnesty International.

Jakarta, VIVA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) merupakan bagian dari upaya mendukung Palestina, terutama dalam pemulihan Jalur Gaza. Pemerintah menyatakan akan memanfaatkan berbagai jalur untuk mendorong perdamaian dan kemerdekaan Palestina.
Hal itu diungkapkan Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela. Ia menyampaikan hal tersebut untuk menanggapi kritik Amnesty International Indonesia yang menilai keputusan Indonesia bergabung dengan BoP sebagai langkah keliru.
Nabyl mengatakan, kebijakan Indonesia tetap berorientasi pada dukungan terhadap Palestina. “Langkah yang dilakukan Indonesia dalam hal ini konsisten, yaitu kita melakukan upaya tersebut sebagai bentuk ikhtiar untuk mendukung Palestina,” ujarnya di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Menurut Nabyl, keikutsertaan Indonesia dalam BoP dimaksudkan untuk memanfaatkan forum tersebut sebagai salah satu jalur diplomasi. Pemerintah berharap organisasi itu dapat menjadi sarana untuk mewujudkan solusi dua negara serta mendukung kemerdekaan Palestina.
Keterlibatan Indonesia juga dipandang sebagai strategi untuk mengawal agenda Dewan Perdamaian agar pemulihan Gaza berjalan sesuai aspirasi masyarakat Palestina dan komunitas internasional.
Meski demikian, Indonesia belum melanjutkan pembahasan mengenai aktivitas BoP. Nabyl menyebut pemerintah masih menangguhkan pembahasan dalam bentuk apa pun di organisasi tersebut. Pemerintah juga terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah sebelum menentukan langkah selanjutnya.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menilai Indonesia masih memiliki kesempatan untuk keluar dari keanggotaan Dewan Perdamaian. Pernyataan itu disampaikan pada Rabu, 21 Oktober 2026, setelah acara bertema “Mendukung perlawanan orang Palestina di tengah genosida” bersama Pelapor Khusus PBB untuk Wilayah Pendudukan Palestina, Francesca Albanese, di Jakarta.
Usman berpandangan bahwa pembentukan BoP sejak awal merupakan keputusan yang keliru.
“Kami setuju bahwa sedari awal Board of Peace adalah kesalahan. Sedari awal itu seharusnya tidak terjadi,” kata Usman.
Ia juga menilai Dewan Perdamaian saat ini dikendalikan oleh Amerika Serikat. Menurut Usman, AS justru sepenuhnya mendukung Israel dan operasi militer mereka yang menewaskan banyak warga sipil Palestina, termasuk di Gaza.
Sumber: VIVA.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.