Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Nasional

Kemlu: Diplomasi Sains dan Teknologi Kian Penting bagi Keamanan Nasional

JAKARTA.NIAGA.ASIA -- Persaingan global di bidang teknologi semakin berkaitan erat dengan kepentingan dan keamanan nasional. Kompetisi semikonduktor, penguasaan mineral kritis, hingga perlombaan membangun kedaulatan kecerdasan artifisial (AI) menunjukkan bahwa penguasaan...

Sumber foto: Niaga.Asia

JAKARTA.NIAGA.ASIA — Persaingan global di bidang teknologi semakin berkaitan erat dengan kepentingan dan keamanan nasional. Kompetisi semikonduktor, penguasaan mineral kritis, hingga perlombaan membangun kedaulatan kecerdasan artifisial (AI) menunjukkan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi kini menjadi faktor strategis dalam hubungan internasional.

Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Grata Endah Werdaningtyas, menegaskan diplomasi sains dan teknologi (science and technology diplomacy) semakin penting untuk melindungi kepentingan nasional di tengah dinamika geopolitik tersebut.

Hal itu disampaikannya dalam Inspirational Keynote pada Asia-Europe Youth Summit on Science and Technology Diplomacy 2026 di Jakarta, Selasa 20 Oktober 2026

“Science and technology diplomacy are no longer peripheral. They are becoming central in serving our national interest and national security,” kata Grata, dilansir laman BRIN, Selasa 20 Oktober 2026.

Menurutnya, perlindungan negara saat ini tidak lagi terbatas pada pertahanan konvensional. Ketahanan teknologi, keamanan infrastruktur, transisi energi, serta pengelolaan kerentanan siber turut menjadi bagian penting dari keamanan nasional.

Grata menjelaskan, tantangan teknologi lintas negara membutuhkan kemitraan internasional yang kuat dan tepercaya. Persoalan seperti kesehatan global, perlucutan senjata, hingga pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai memperlihatkan bahwa isu teknis perlu diterjemahkan menjadi kebijakan yang dapat dipahami dan dinegosiasikan oleh negara-negara dengan kepentingan berbeda.

Dalam konteks ini, kolaborasi antara Asia dan Eropa dapat membuka ruang untuk saling melengkapi. Kapasitas teknologi dan riset energi bersih Eropa, misalnya, dapat bersinergi dengan pasar regional dan skala industri Asia. Melalui kerja sama ilmiah, dialog, serta pertukaran keahlian, kedua kawasan dapat membangun solusi bersama meskipun memiliki perspektif yang berbeda terhadap dinamika global.

Selain memperkuat kerja sama antarnegara, Grata menekankan pentingnya memastikan kemajuan teknologi memberikan manfaat yang inklusif. Menurutnya, kesenjangan digital tidak hanya berkaitan dengan akses internet dan perangkat, tetapi juga kemampuan masyarakat mengubah akses tersebut menjadi produk, lapangan kerja, dan nilai ekonomi. Indonesia, yang terus mengembangkan ekosistem digitalnya, perlu mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi.

Dia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan perempuan dalam pengembangan sains dan teknologi serta perundingan diplomatik. Keterwakilan yang setara dinilai dapat memperkaya perspektif dan menghasilkan keputusan yang lebih komprehensif.

Kepada para profesional muda dari Asia dan Eropa yang mengikuti pertemuan tersebut, Grata berpesan agar mereka berani menyampaikan gagasan berbasis fakta dan data, bersedia mendengarkan perspektif berbeda, serta membangun kolaborasi lintas disiplin. Menurutnya, hubungan yang dibangun melalui dialog dan kepercayaan menjadi modal penting ketika negara-negara harus bekerja sama menghadapi persoalan global.

“Science provides the compass, and technology will persist. But it is diplomacy and human trust that steer us safely through the storm,” terangnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa kemajuan sains dan teknologi perlu berjalan beriringan dengan diplomasi dan kepercayaan antarmanusia. Di tengah persaingan global, kerja sama internasional menjadi salah satu jalan untuk memastikan teknologi tidak hanya memperkuat posisi suatu negara, tetapi juga menghasilkan manfaat bagi masyarakat luas.

Sumber: Niaga.Asia. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with