Kapolri Sebut 11 Korporasi Tersangka Karhutla, 3 PMA
Kapolri Suyudi Ario mengatakan pihaknya telah menetapkan 11 korporasi sebagai tersangka terkait karhutla, 3 di antaranya merupakan PMA

Jakarta – Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) Suyudi Ario Seto mengatakan pihaknya telah menetapkan 11 korporasi sebagai tersangka terkait kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tiga di antaranya merupakan penanaman modal asing (PMA).
“Kita sudah menetapkan 11 korprasi sebagai tersangka. Tiga di antaranya merupakan PMA. Sementara itu, sisanya masih dalam proses,” ungkap Suyudi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (21/10/2026).
Suyudi tidak merinci 11 korporasi yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun Ia menyatakan ketika PMA tersebut berada di Kalimantan.
Sebelumnya pada awal pekan ini Suyudi menyatakan Polri sedang mendalami 98 kasus korporasi Karhutla dan menyebut ada keterlibatan pihak asing.
“Namun, karena ini kami masih dalam proses penyidikan, jadi ini sedang kita pilah-pilah, mana yang terlibat PMA (Penanaman Modal Asing) atau pihak asing, mana yang bukan asing,” ungkap Suyudi, seperti dikutip dari laman presidenri.go.id.
Sumber: Bloomberg Technoz. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.