Kabut asap Karhutla belum jadi bencana nasional, Menko Dudung: Indonesia masih sanggup
Malaysia serta Singapura telah menawarkan bantuan untuk mengatasi karhutla.

JAKARTA: Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menegaskan Indonesia masih mampu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tanpa menetapkannya sebagai bencana nasional. Ia menyebut pemerintah telah mengerahkan berbagai sumber daya, termasuk personel TNI dan Polri, meski pemadaman di lahan gambut menghadapi kendala teknis.
“Masalah penetapan bencana nasional, sementara kita masih sanggup. Negara kita masih sanggup,” kata Dudung seusai Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Senin (19/10), dikutip Kompas.com.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meluasnya dampak karhutla di sejumlah wilayah Indonesia, yang juga mendorong negara tetangga menawarkan bantuan pemadaman.
Malaysia sebelumnya menawarkan bantuan berupa tiga helikopter dan 52 personel. Sementara itu, Singapura juga menyatakan kesediaannya membantu Indonesia menangani kebakaran.
Dudung menjelaskan, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan menambah alat utama sistem persenjataan (alutsista), personel, maupun menerima bantuan dari negara lain.
Menurutnya, pemerintah juga harus memperhitungkan berbagai kendala teknis di lapangan, termasuk distribusi bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung operasi pemadaman.
“Itu tidak serta-merta hanya alutsista, kemudian personel dan bantuan, tapi untuk sementara kita masih sanggup lah,” ucap Dudung.
Meski belum menetapkan karhutla sebagai bencana nasional, pemerintah telah membuka jalan bagi keterlibatan negara lain dalam operasi pemadaman.
Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir sebelumnya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui bantuan asing untuk menangani kebakaran yang masih berlangsung di sejumlah daerah.
Menurut Arrmanatha, pembahasan bantuan dari negara-negara tetangga telah memasuki tahap teknis yang melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Bapak Presiden juga seperti kita ketahui sudah menyampaikan persetujuannya, dan juga ini sudah dalam proses pembahasan di level teknis, ya. Jadi, ini kan level teknisnya adalah BNPB,” ujar Arrmanatha seusai rapat tertutup bersama Komisi I DPR RI di Gedung DPR, pada 15 Oktober.
Di sisi lain, Dudung meminta masyarakat tetap mempercayakan penanganan karhutla kepada pemerintah. Ia memastikan berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan kebakaran.
"Saya selaku Menko Polkam tentunya mengimbau kepada masyarakat, kami sudah berupaya semaksimal mungkin, ya," tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa karakteristik lahan gambut menjadi salah satu tantangan dalam operasi pemadaman karena api tidak mudah dipadamkan.
"Tidak mudah penanganan situasi terutama masalah karhutla, karena terutama lahan gambut yang tidak semudah itu kita lakukan. Dan, ini kita percayakan kepada kita semua," ujarnya.
Dudung juga meminta masyarakat tidak terpengaruh isu yang menyebut pemerintah tidak melakukan upaya untuk mengatasi kebakaran.
Purnawirawan jenderal bintang empat tersebut menekankan keseriusan pemerintah dalam menangani karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Sumber: CNA.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.