Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Timur Tengah

Jika Perang Berlanjut, Iran Ancam Serang Pusat Data dan Fasilitas AI AS di Timur Tengah

Ia mengatakan, Iran sejauh ini belum memasukkan seluruh aset teknologi tersebut ke dalam daftar target serangan.

Sumber foto: Serambinews.com

TEHERAN – Iran memperingatkan akan memperluas sasaran serangan balasan dengan memasukkan pusat data, fasilitas kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), kabel komunikasi bawah laut, serta infrastruktur teknologi yang berkaitan dengan Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah.

Ancaman tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington, menyusul peringatan Presiden AS Donald Trump bahwa sesuatu akan terjadi dalam waktu dekat terkait konflik kedua negara.

Dikutip dari sejumlah laporan media internasional pada Kamis hingga Jumat (22–23/10/2026), Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, memperingatkan bahwa aset teknologi yang memiliki keterkaitan dengan AS di kawasan tersebut dapat menjadi sasaran jika perang kembali berkobar.

Rezaei menyebut nilai infrastruktur teknologi AS yang berpotensi terdampak diperkirakan mencapai lebih dari 2 triliun dolar AS. Namun, angka tersebut merupakan perkiraan yang disampaikan dalam pemberitaan dan belum dapat dipastikan mencakup aset apa saja.

"Nadi ekonomi Amerika di kawasan ini mengalir melalui wilayah kita," demikian pernyataan Rezaei yang dikutip dalam laporan mengenai ancaman tersebut.

Ia mengatakan, Iran sejauh ini belum memasukkan seluruh aset teknologi tersebut ke dalam daftar target serangan. Akan tetapi, situasinya dapat berubah apabila Washington kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

Rezaei memperingatkan bahwa kabel komunikasi, pusat data, fasilitas AI, dan sejumlah infrastruktur lainnya berisiko mengalami kehancuran jika konflik kembali pecah.

Ancaman itu menandai potensi meluasnya sasaran konflik, dari instalasi militer dan fasilitas energi menjadi infrastruktur digital yang menopang komunikasi, layanan komputasi awan, serta aktivitas ekonomi lintas negara.

Ancaman terhadap infrastruktur teknologi juga disampaikan oleh juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Hossein Mohebbi.

Dalam pernyataannya pada Senin (19/10/2026), yang diberitakan Anadolu Agency pada 20 Oktober, Mohebbi menyoroti keberadaan tujuh kabel internet utama yang melintasi Selat Hormuz.

Menurut Mohebbi, kabel-kabel tersebut membawa lalu lintas data internet dan komunikasi komersial. Ia juga memperingatkan bahwa Iran akan mengungkap sasaran serta persenjataan baru jika konfrontasi dengan AS berlanjut.

"Kami hanya ingin mereka mengetahui bahwa target-target baru akan diungkap. Senjata-senjata baru pun akan diperkenalkan," kata Mohebbi.

Meski demikian, pernyataan Mohebbi tersebut tidak secara eksplisit memastikan bahwa ketujuh kabel bawah laut itu akan langsung diserang.

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Selain berperan penting bagi perdagangan energi dunia, kawasan ini juga menjadi bagian dari jalur infrastruktur komunikasi internasional.

Sumber: Serambinews.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with