Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Perang

Jenderal AS Peringatkan Perang Berikutnya Bisa Jangkau Wilayah Amerika, Kekuatan China Jadi Sorotan

Kekhawatiran utama Washington adalah kemungkinan konflik dengan China. Dalam skenario konfrontasi di kawasan Indo-Pasifik

Sumber foto: Tribunnews.com

Jenderal AS Peringatkan Perang Berikutnya Bisa Menjangkau Wilayah Amerika, China Jadi Sorotan

Amerika Serikat (AS) menghadapi tantangan baru dalam mempersiapkan perang: musuh tidak harus lebih dulu mengalahkan pasukan AS di medan tempur untuk menghambat operasi militernya.

Serangan siber, drone, dan gangguan terhadap jaringan transportasi maupun komunikasi dapat menyasar wilayah AS sendiri, bahkan sebelum pasukan diberangkatkan ke medan operasi.

Peringatan itu disampaikan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat AS sekaligus pejabat sementara Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Christopher LaNeve, dalam wawancara dengan Fox News Digital pada Rabu (14/10/2026).

LaNeve mengatakan, menghadapi lawan dengan kemampuan militer canggih akan membuat pengerahan pasukan menjadi lebih sulit.

Infrastruktur yang selama ini menopang mobilisasi militer juga berpotensi menjadi sasaran dalam konflik berskala besar.

"Jika kita menghadapi ancaman strategis utama, kemampuan untuk memproyeksikan kekuatan militer dan mengirimkannya ke medan operasi akan menjadi masalah persaingan," kata LaNeve.

Peringatan tersebut mencerminkan perubahan cara pandang militer AS terhadap perang masa depan.

Jika selama operasi di Irak dan Afghanistan pasukan Amerika relatif mengandalkan pangkalan yang aman serta jalur pasokan dan komunikasi yang stabil, konflik melawan negara dengan kemampuan militer setara dapat menghadirkan kondisi yang jauh berbeda.

Ancaman tidak hanya muncul ketika pasukan sudah berada di medan tempur.

Gangguan terhadap pelabuhan, jalur transportasi, jaringan komunikasi, atau sistem digital di dalam negeri dapat memperlambat pengiriman personel, senjata, dan kebutuhan logistik.

Dengan kata lain, medan persaingan militer dapat meluas hingga ke infrastruktur yang mendukung operasi perang, termasuk yang berada jauh dari garis depan.

Salah satu kekhawatiran utama Washington adalah kemungkinan konflik dengan China. Dalam skenario konfrontasi di kawasan Indo-Pasifik, kemampuan AS mengirimkan pasukan dan mempertahankan jalur pasokan akan menjadi faktor penting bagi keberlangsungan operasi militernya.

Menurut laporan yang dikutip Khaberni, laporan terbaru Departemen Pertahanan AS mengenai kemampuan militer China menyoroti dugaan keberadaan kemampuan siber China di dalam jaringan infrastruktur penting Amerika.

Kemampuan tersebut, jika digunakan dalam konflik, berpotensi mengganggu mobilisasi militer dan pergerakan pasukan.

Sumber: Tribunnews.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with