Jenderal AS Peringatkan Perang Berikutnya Bisa Jangkau Wilayah Amerika, Kekuatan China Jadi Sorotan
Kekhawatiran utama Washington adalah kemungkinan konflik dengan China. Dalam skenario konfrontasi di kawasan Indo-Pasifik

Jenderal AS Peringatkan Perang Berikutnya Bisa Menjangkau Wilayah Amerika, China Jadi Sorotan
Amerika Serikat (AS) menghadapi tantangan baru dalam mempersiapkan perang: musuh tidak harus lebih dulu mengalahkan pasukan AS di medan tempur untuk menghambat operasi militernya.
Serangan siber, drone, dan gangguan terhadap jaringan transportasi maupun komunikasi dapat menyasar wilayah AS sendiri, bahkan sebelum pasukan diberangkatkan ke medan operasi.
Peringatan itu disampaikan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat AS sekaligus pejabat sementara Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Christopher LaNeve, dalam wawancara dengan Fox News Digital pada Rabu (14/10/2026).
LaNeve mengatakan, menghadapi lawan dengan kemampuan militer canggih akan membuat pengerahan pasukan menjadi lebih sulit.
Infrastruktur yang selama ini menopang mobilisasi militer juga berpotensi menjadi sasaran dalam konflik berskala besar.
"Jika kita menghadapi ancaman strategis utama, kemampuan untuk memproyeksikan kekuatan militer dan mengirimkannya ke medan operasi akan menjadi masalah persaingan," kata LaNeve.
Peringatan tersebut mencerminkan perubahan cara pandang militer AS terhadap perang masa depan.
Jika selama operasi di Irak dan Afghanistan pasukan Amerika relatif mengandalkan pangkalan yang aman serta jalur pasokan dan komunikasi yang stabil, konflik melawan negara dengan kemampuan militer setara dapat menghadirkan kondisi yang jauh berbeda.
Ancaman tidak hanya muncul ketika pasukan sudah berada di medan tempur.
Gangguan terhadap pelabuhan, jalur transportasi, jaringan komunikasi, atau sistem digital di dalam negeri dapat memperlambat pengiriman personel, senjata, dan kebutuhan logistik.
Dengan kata lain, medan persaingan militer dapat meluas hingga ke infrastruktur yang mendukung operasi perang, termasuk yang berada jauh dari garis depan.
Salah satu kekhawatiran utama Washington adalah kemungkinan konflik dengan China. Dalam skenario konfrontasi di kawasan Indo-Pasifik, kemampuan AS mengirimkan pasukan dan mempertahankan jalur pasokan akan menjadi faktor penting bagi keberlangsungan operasi militernya.
Menurut laporan yang dikutip Khaberni, laporan terbaru Departemen Pertahanan AS mengenai kemampuan militer China menyoroti dugaan keberadaan kemampuan siber China di dalam jaringan infrastruktur penting Amerika.
Kemampuan tersebut, jika digunakan dalam konflik, berpotensi mengganggu mobilisasi militer dan pergerakan pasukan.
Sumber: Tribunnews.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...