IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 Reaper AS ke-54 di Selat Hormuz
Media ABI, 20 Oktober 2026 – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah mencegat dan menembak jatuh drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat di Selat Hormuz pada Selasa (20/10)....

Media ABI, 20 Oktober 2026 – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah mencegat dan menembak jatuh drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat di Selat Hormuz pada Selasa (20/10). Pernyataan yang dipublikasikan melalui Sepahnews menyebut insiden tersebut sebagai penembakan drone MQ-9 ke-54 sejak perang AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari 2026.
Departemen Hubungan Masyarakat IRGC menyatakan drone berdaya tahan terbang tinggi itu dihancurkan oleh sistem pertahanan udara terbaru milik Pasukan Dirgantara IRGC. Sistem tersebut beroperasi dalam jaringan pertahanan udara terpadu Iran.
Laporan yang diterbitkan pada Selasa pukul 06.20 UTC menyebut insiden terbaru ini sebagai bagian dari serangkaian pencegatan drone di sekitar Selat Hormuz dalam beberapa pekan terakhir.
Pada September, militer Iran juga mengumumkan penghancuran sebuah drone MQ-1 Predator milik Amerika Serikat dan sebuah drone pengintai Orbiter. Dalam pernyataan pada 21 September, IRGC menyebut sistem pertahanan udara baru yang terintegrasi dengan jaringan pertahanan nasional digunakan untuk menghancurkan drone tersebut.
IRGC menyebut MQ-1 Predator sebagai drone yang telah mencatat 20.000 jam terbang selama operasi di Afghanistan. Pesawat nirawak tersebut juga dikaitkan dengan julukan Butcher of Kandahar atau Penjagal Kandahar.
Menurut keterangan IRGC, MQ-1 telah dipensiunkan dari armada tempur Angkatan Laut dan Angkatan Udara AS beberapa tahun sebelumnya, kemudian digantikan oleh MQ-9 Reaper.
IRGC menyatakan Amerika Serikat kembali menggunakan MQ-1 yang lebih tua setelah kehilangan sejumlah besar drone MQ-9 dalam perang melawan Iran. Namun, jumlah kehilangan dan alasan penggunaan kembali drone tersebut belum terkonfirmasi secara independen.
Dalam pengumuman terpisah, Angkatan Darat Iran menyatakan sistem pertahanan udara buatan dalam negeri yang dikelola Pasukan Pertahanan Udara Angkatan Darat berhasil mendeteksi dan menghancurkan sebuah drone pengintai Orbiter.
Menurut pernyataan tersebut, insiden berlangsung di wilayah tenggara Iran, di kawasan Selat Hormuz yang berada dalam cakupan jaringan pertahanan udara terpadu negara itu. []
Sumber: Ahlulbait Indonesia. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.