Iran Tunjuk Menteri Pertahanan Baru, Akhlaghi Langsung Ancam AS dengan Kerusakan Besar
Parlemen Iran menyetujui Mehrdad Akhlaghi sebagai menteri pertahanan baru. Ia mengancam AS jika kembali menyerang Iran.

Parlemen Iran menyetujui penunjukan Mehrdad Akhlaghi sebagai Menteri Pertahanan dan Logistik Angkatan Bersenjata yang baru. Setelah memperoleh dukungan mayoritas anggota parlemen, Akhlaghi langsung melontarkan ancaman terhadap Amerika Serikat jika Washington kembali menyerang Iran.
Akhlaghi memperingatkan bahwa serangan AS tidak hanya akan berdampak pada kedua negara, tetapi juga kawasan Timur Tengah. Ia menyatakan Iran siap menghadapi kemungkinan tersebut di tengah konflik yang berlangsung sejak serangan awal AS-Israel.
"Jika mereka (AS) melakukannya, mereka sendiri dan kawasan ini akan mengalami kerusakan yang sangat besar," ujar Akhlaghi kepada wartawan tak lama setelah memperoleh mosi percaya dari parlemen, dilansir AFP, Minggu (18/10/2026).
Dalam pemungutan suara, Akhlaghi mendapatkan 237 suara dukungan dari total 277 suara yang masuk. Ia menggantikan Aziz Nasirzadeh, yang tewas dalam serangan AS-Israel terhadap kompleks kepemimpinan Iran pada 28 Februari, bersama mantan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah komandan militer senior.
Sebelum pemungutan suara, Akhlaghi menyebut penunjukannya berlangsung pada periode yang krusial bagi pertahanan Iran. Ia menekankan pentingnya memahami situasi strategis, membaca perkembangan yang berpengaruh, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan.
"Inilah saatnya mempertahankan negara memerlukan pemahaman yang akurat mengenai lingkungan, pemahaman tentang logika di balik berbagai perkembangan, identifikasi tren yang berpengaruh, serta kesiapan untuk menghadapi berbagai kemungkinan masa depan," ujarnya sebagaimana dikutip kantor berita ISNA.
Meski tidak memiliki pangkat militer, Akhlaghi telah bekerja di Kementerian Pertahanan Iran selama 42 tahun. Sejak 2013, ia juga memimpin Organisasi Industri Pertahanan Iran yang memproduksi persenjataan negara tersebut.
Nama Akhlaghi sebelumnya masuk dalam daftar sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2007 terkait dugaan keterlibatan dalam aktivitas nuklir atau rudal balistik. Penunjukannya kini menempatkan dia di posisi strategis ketika ketegangan militer Iran dengan AS dan sekutunya masih menjadi persoalan utama kawasan.
Sumber: Warta Ekonomi. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.