Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Perang

Iran tuduh Netanyahu seret AS ke perang baru demi hindari penjara

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berupaya menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik militer baru dengan Teheran demi ANTARA News riau 2 ...

Sumber foto: ANTARA News Riau

Jakarta (ANTARA) – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuding Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berupaya menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik militer baru dengan Teheran demi menghindari ancaman hukuman penjara. Ia sekaligus memperingatkan Washington agar tidak kembali menempuh jalur militer dalam menghadapi Iran.

“Netanyahu sedang menyeret Amerika ke dalam perang lain agar dirinya tidak masuk penjara,” tulis Araghchi melalui platform media sosial X, Minggu.

Araghchi juga memperingatkan bahwa langkah militer baru terhadap Iran berisiko membawa konsekuensi serius bagi Amerika Serikat dan Israel. Ia menegaskan bahwa Teheran tidak akan menganggap remeh ancaman tersebut.

“Terakhir kali kalian ingin ‘menyelesaikan pekerjaan’, Iran justru muncul dengan kekuatan yang lebih besar. Ingin mencoba keberuntungan kalian sekali lagi? Silakan. Namun, berhati-hatilah; kami juga masih memiliki urusan yang belum selesai,” tulisnya.

Pernyataan keras Araghchi itu muncul di tengah menguatnya dukungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Netanyahu menjelang pemilihan umum Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober.

Trump memuji kerja sama keduanya dalam menghadapi Iran. Ia bahkan memperingatkan bahwa Washington mungkin harus menangani persoalan tersebut sendiri apabila rakyat Israel memilih pemimpin lain.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Jika Israel memiliki pemimpin yang salah, yakni siapa pun selain Bibi, Amerika harus menangani pekerjaan ini sendiri, dan saya tidak berniat melakukannya,” tulis Trump melalui platform Truth Social, menggunakan nama panggilan Netanyahu.

Netanyahu Hadapi Tekanan Politik dan Persidangan KorupsiDi tengah ketegangan dengan Iran, Netanyahu juga menghadapi persoalan politik dan hukum di dalam negeri. Ia memimpin pemerintahan Israel sejak akhir 2022, dengan koalisi yang dikenal memiliki orientasi politik sayap kanan.

Netanyahu tengah menjalani persidangan atas sejumlah tuduhan korupsi yang dapat berujung pada hukuman penjara apabila terbukti bersalah. Ia juga menjadi sasaran surat perintah penangkapan yang diterbitkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada 2024 terkait dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Sementara itu, partai-partai oposisi Israel semakin meningkatkan koordinasi untuk menantang pemerintahan Netanyahu dalam pemilihan umum mendatang.

Situasi tersebut menjadi latar belakang tudingan Araghchi bahwa Netanyahu berupaya mempertahankan posisinya dengan mendorong keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik baru. Namun, tudingan mengenai motif Netanyahu itu merupakan pernyataan pihak Iran dan belum dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah terbukti.

Konflik Iran-AS-Israel Kembali MemanasKetegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel meningkat setelah kedua negara sekutu tersebut melancarkan serangan militer terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membalas dengan serangan yang menimbulkan korban jiwa.

Upaya meredakan konflik melalui gencatan senjata pada April dan kerangka kesepakatan yang dicapai pada Juni sempat membuka peluang bagi penurunan eskalasi. Namun, harapan tersebut kembali menghadapi tantangan setelah perundingan antara Washington dan Teheran terhenti dan pertempuran kembali pecah.

Di tengah situasi yang belum stabil, pernyataan Araghchi menambah tajam pertukaran ancaman antara Teheran dan Washington. Peringatan Iran tersebut juga menyoroti risiko meluasnya konflik apabila jalur diplomasi kembali tersisih oleh pilihan militer.

Pewarta : Kuntum Khaira Riswan Editor: Vienty Kumala COPYRIGHT © ANTARA 2026

Sumber: ANTARA News Riau. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with