Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Perang

Iran-Rusia Makin Mesra di Tengah Perang, Ada Apa di Balik Diplomasi Moskow?

Iran dan Rusia sama-sama menghadapi sanksi AS. Tekanan itu jadi salah satu faktor yang mendorong kedua negara mempererat hubungan

Sumber foto: Tribunnews.com

Iran-Rusia Makin Mesra di Tengah Perang, Ada Apa di Balik Diplomasi Moskow?

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan hubungan Teheran dan Moskow kini berada pada tingkat kedekatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pernyataan itu muncul ketika Rusia berupaya mengambil peran sebagai penengah dalam perang Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel.

“Tidak pernah dalam sejarah kami Iran dan Rusia bekerja sedekat sekarang,” tulis Araghchi melalui media sosial X, Selasa (20/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Araghchi menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Teheran, Senin (19/10/2026). Kunjungan itu menjadi yang pertama bagi Lavrov ke Iran sejak konflik pecah pada Februari lalu.

Pembicaraan kedua diplomat mencakup sejumlah persoalan internasional, mulai dari Eropa hingga Asia Barat, termasuk Lebanon, Palestina, Ukraina, dan Yaman. Keduanya juga membahas peluang memperluas kerja sama ekonomi dan nuklir.

Pertemuan ini berlangsung ketika upaya diplomatik untuk mengakhiri perang masih menghadapi kebuntuan.

Di tengah situasi tersebut, Moskow berusaha mempertahankan posisinya sebagai aktor penting dalam penyelesaian konflik, sementara Teheran membutuhkan dukungan diplomatik di tengah tekanan militer dan ekonomi dari Washington serta Tel Aviv.

Sebelum bertolak ke Teheran, Lavrov mengatakan upaya diplomatik Rusia diarahkan untuk mencegah konflik berskala besar kembali terjadi.

Pernyataan itu merujuk pada situasi setelah kesepakatan-kesepakatan sebelumnya gagal menghentikan pertempuran.

Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya juga menyampaikan kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahwa Moskow siap membantu proses mediasi.

Namun, tawaran Rusia untuk menjadi mediator tidak otomatis menjamin tercapainya kesepakatan.

Keberhasilan diplomasi akan bergantung pada kesediaan Washington dan Teheran menyepakati syarat penghentian konflik, termasuk persoalan keamanan, aktivitas militer, serta pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Rusia juga menghadapi dilema tersendiri. Di satu sisi, Moskow berkepentingan mencegah perang meluas karena dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global.

Di sisi lain, kedekatannya dengan Iran berpotensi memunculkan pertanyaan mengenai netralitas Rusia apabila negara tersebut sekaligus ingin menjadi penengah.

Sumber: Tribunnews.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with