Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Iran

Iran Lantik Menhan Baru, Langsung Tantang AS

Menteri Pertahanan baru Iran, Mehrdad Akhlaghi, mengancam akan membalas jika AS kembali menyerang Teheran.

Sumber foto: Kompas.com

Sebelumnya, CNN melaporkan bahwa AS telah menyusun rencana serangan yang berpotensi mencakup penggunaan MOAB terhadap infrastruktur energi dan fasilitas nuklir Iran apabila Trump memerintahkan dimulainya kembali operasi tempur.

MOAB merupakan bom nonnuklir terbesar dalam persenjataan AS.

Parlemen Iran menyetujui pengangkatan Akhlaghi sebagai menteri pertahanan setelah pendahulunya, Aziz Nasirzadeh, tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026.

Nasirzadeh meninggal dunia bersama pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei, dan sejumlah komandan militer senior.

Menurut laporan AFP, Akhlaghi memperoleh 237 suara dukungan dari total 277 suara yang diberikan dalam pemungutan suara di parlemen. Sementara itu, The National News melaporkan bahwa hanya terdapat 15 suara penolakan.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mencalonkan Akhlaghi pada 5 Oktober 2026 untuk menggantikan Nasirzadeh.

Sebelum pengangkatan tersebut disetujui, Pezeshkian menunjuk Brigadir Jenderal Majid Ebn Al Reza sebagai pelaksana tugas menteri pertahanan.

Adapun Akhlaghi merupakan pejabat senior di sektor industri pertahanan Iran. Ia telah bekerja di kementerian pertahanan selama 42 tahun dan memimpin Organisasi Industri Pertahanan Iran sejak 2013.

Ia juga pernah memimpin Organisasi Industri Dirgantara Iran, yang menangani sektor terkait teknologi rudal dan produksi persenjataan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjatuhkan sanksi terhadap Akhlaghi pada 2007 terkait dugaan keterlibatannya dalam aktivitas nuklir atau rudal balistik Iran. '

AS juga menjatuhkan sanksi terhadapnya atas dugaan keterlibatan dalam program rudal balistik negara tersebut.

Dalam pemaparannya di hadapan parlemen, Akhlaghi berjanji merestrukturisasi kementerian, mempercepat pengembangan teknologi pertahanan, dan meningkatkan kemampuan militer Iran.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Sumber: Kompas.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with