Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Perang

Iran Klaim Tujuh Kapal Tanker Diserang di Selat Hormuz, Ancam Perluas Perang ke Pangkalan AS

Iran mengklaim tujuh kapal tanker minyak mengalami serangan dan kerusakan di Selat Hormuz pada Kamis (23/10/2026).

Sumber foto: Serambinews.com

Iran Klaim Tujuh Kapal Tanker Diserang di Selat Hormuz, Ancam Perluas Perang ke Pangkalan AS

Iran mengklaim tujuh kapal tanker minyak mengalami serangan dan kerusakan di Selat Hormuz pada Kamis (23/10/2026).

Iran juga memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa konflik dapat meluas ke pangkalan-pangkalan militernya di kawasan Timur Tengah jika Washington terus membantu kapal-kapal melintasi jalur perairan strategis tersebut.

Klaim itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel, yang memulai perang terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Jika benar, insiden tersebut menjadi jumlah kapal yang dilaporkan terdampak dalam satu hari paling besar di Selat Hormuz sejak perang dimulai.

Namun, klaim Iran mengenai serangan terhadap tujuh kapal tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Belum ada pula keterangan terperinci mengenai kemungkinan korban jiwa maupun negara yang mengibarkan bendera kapal-kapal tanker tersebut.

Dikutip Serambinews melalui Al Jazeera (23/10/2026), Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan empat kapal sedang melakukan pemindahan minyak ketika menjadi sasaran serangan dan terbakar pada malam hari.

Sementara itu, tiga kapal lainnya disebut tidak dapat beroperasi setelah menabrak ranjau.

Pernyataan tersebut kembali memperlihatkan betapa pentingnya Selat Hormuz dalam konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

IRGC memperingatkan bahwa Iran dapat memperluas serangan ke pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah jika Washington membantu kapal tanker melewati bagian lain Selat Hormuz.

“Militer AS harus tahu bahwa jika tren ini berlanjut, konflik akan meluas ke pangkalan-pangkalan mereka di wilayah tersebut,” demikian pernyataan IRGC yang dikutip melalui situs Sepah News.

IRGC menyebut pernyataan tersebut sebagai peringatan serius bagi militer Amerika Serikat.

Iran selama ini mengklaim memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang sebelum perang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Teheran juga secara berkala menyerang kapal-kapal yang mencoba melintasi selat tanpa izin dari pihak Iran.

Sumber: Serambinews.com. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with