Iran Klaim Punya Bom 10 Ton, Infrastruktur Digital Teluk hingga Kabel Internet Ikut Terancam – Video
Ketegangan Timur Tengah meningkat di tengah klaim Iran memiliki bom seberat 10 ton. Ancaman terhadap kabel internet bawah laut dan pusat data AI

-Ketegangan di Timur Tengah kembali menjadi sorotan setelah muncul klaim mengenai bom berkekuatan besar yang dikaitkan dengan Iran, di tengah meningkatnya ancaman konflik dengan Amerika Serikat (AS).
Di saat yang sama, infrastruktur digital strategis di kawasan Teluk, termasuk pusat data kecerdasan buatan (AI) dan kabel internet bawah laut, turut masuk dalam daftar aset yang dikhawatirkan terdampak jika perang kembali pecah.
Klaim mengenai bom seberat 10 ton yang dijuluki Father of All Bombs (FOAB) disebut-sebut sebagai tandingan terhadap bom konvensional terbesar milik AS, Massive Ordnance Air Blast (MOAB).
Namun, spesifikasi teknis serta klaim kepemilikan senjata tersebut oleh Iran belum terverifikasi secara independen.
Istilah FOAB sendiri dikenal luas sebagai julukan bom termobarik Rusia, sedangkan MOAB merupakan bom konvensional Amerika Serikat.
Karena itu, klaim bahwa Iran memiliki bom dengan sebutan dan kemampuan tersebut perlu dibedakan dari informasi persenjataan yang telah terkonfirmasi.
Di luar persoalan persenjataan, ancaman terhadap infrastruktur digital kini menjadi perhatian lain dalam eskalasi konflik di kawasan tersebut.
Ancaman terhadap infrastruktur digital Teluk mengemuka setelah pejabat keamanan Iran, Mohsen Rezaei, memperingatkan bahwa pusat data, fasilitas AI, dan kabel komunikasi bawah laut di kawasan itu dapat menjadi sasaran jika perang dengan Amerika Serikat kembali pecah.
Peringatan tersebut dilaporkan Al Jazeera pada 13 Oktober 2026.
Infrastruktur yang dimaksud berperan penting dalam menopang layanan komputasi awan (cloud computing), komunikasi lintas negara, dan sistem keuangan digital.
Kabel serat optik bawah laut menjadi perhatian karena sebagian besar lalu lintas data antara Eropa dan Asia melewati jalur strategis Laut Merah.
Gangguan pada kabel-kabel tersebut berpotensi memperlambat koneksi internet dan mengganggu layanan digital di sejumlah negara sekaligus.
Pusat data juga memiliki peran penting karena menjadi tempat penyimpanan dan pemrosesan informasi untuk berbagai layanan digital.
Kerusakan pada fasilitas tersebut, termasuk gangguan pasokan listrik, pendingin, atau konektivitas, dapat menghambat operasional layanan yang bergantung pada infrastruktur itu.
Sumber: Bangkapos.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.