Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Palestina

Imaam Yakhsyallah: Selama Al-Aqsa Belum Bebas, Solidaritas Tak Boleh Berhenti

Imaam Yakhsyallah Mansur menegaskan solidaritas untuk Palestina dan Al-Aqsa tidak boleh berhenti di tengah penjajahan yang terus berlanjut.

Sumber foto: Minanews.net

Bogor, MINA – Selama Masjid Al-Aqsa belum bebas dan Palestina belum merdeka, solidaritas umat Islam tidak boleh berhenti. Hal itu ditegaskan Imaam Yakhsyallah Mansur dalam pengajian rutin bulanan di Masjid Al-Anshar, Ahad (25/10), seraya mengajak jamaah menyambut Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026.

Menurutnya, penjajahan tidak mengenal jeda. Ia mengingatkan serangan ke Gaza belum berhenti meski gencatan senjata telah diumumkan, sedangkan di Tepi Barat permukiman ilegal terus diperluas dengan merampas tanah, mengusir, bahkan membunuh warga Palestina.

Karena itu, umat Islam diminta tidak menjadi penonton, tetapi ikut berjuang sesuai kemampuan masing-masing, baik dengan mengajar, menulis, berdonasi, maupun menyadarkan umat.

Imaam Yakhsyallah menjelaskan BSP berawal dari Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina yang ditetapkan Majelis Umum PBB melalui Resolusi 32/40 B pada 1977, dengan peringatan perdana pada 1978.

Aqsa Working Group (AWG), yang berkiprah sejak 2008, memperpanjang peringatan sehari itu menjadi Pekan Solidaritas Palestina pada 2021, lalu menjadi kegiatan sepanjang November sejak 2022. BSP 2026 mengusung tema “Penguatan Peran Advokasi Global Menuju Pembebasan Al-Aqsa dan Palestina”.

Ia juga menguraikan makna yel “Al-Aqsa Haqquna” atau “Masjid Aqsa Milik Kita” yang berakar pada gerakan Ghazwah Fathul Aqsa (GFA), yang digemakan Imaam Muhyiddin Hamidy pada 17 September 2006 di Bogor.

Kata haqquna dipilih karena lebih tegas menunjukkan kepemilikan umat Islam atas Al-Aqsa dan mudah dipekikkan bersama.

Gerakan itu berlanjut lewat Konferensi Internasional Al-Aqsa di Jakarta pada 21 Agustus 2008 yang melahirkan AWG, serta konferensi internasional di Bandung pada 2012, yang kemudian berujung pada berdirinya kantor berita MINA pada 18 Desember 2012.

Imaam Yakhsyallah menyebut perjuangan kini berkembang menjadi gerakan kemanusiaan global seperti Global Sumud Flotilla, yang menurut penyelenggara melibatkan lebih dari 70 kapal dan 1.000 peserta pada misi musim semi 2026.

Ia berharap kepedulian yang dirawat selama November ini dapat terus dipraktikkan sepanjang tahun. []

Sumber: Minanews.net. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with