IAEA siap verifikasi nuklir Iran, diplomasi jadi kunci redakan ketegangan
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan telah merampungkan sebagian besar persiapan teknis untuk memverifikasi aktivitas nuklir Iran. Kesiapan tersebut diharapkan dapat ANTARA News riau 2 ...

Washington (ANTARA) – Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan telah merampungkan sebagian besar persiapan teknis untuk memverifikasi aktivitas nuklir Iran. Kesiapan tersebut diharapkan dapat mendukung upaya diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) dalam meredakan ketegangan terkait program nuklir Teheran.
Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menegaskan bahwa verifikasi independen oleh badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu menjadi elemen penting untuk memastikan setiap kesepakatan diplomatik dapat berjalan secara kredibel dan berkelanjutan.
Dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Jumat (23/10), Grossi mengatakan IAEA telah menyelesaikan sebagian besar pekerjaan teknis yang diperlukan untuk memastikan kegiatan nuklir Iran dapat diverifikasi secara memadai.
“Sebagian besar pekerjaan teknis yang diperlukan untuk memastikan verifikasi yang memadai atas kegiatan di Iran telah diselesaikan, sehingga kami siap. IAEA siap,” kata Grossi.
Ia berharap kesiapan tersebut dapat membuka ruang bagi kemajuan negosiasi antara Iran dan AS, dengan dukungan negara-negara regional maupun mitra internasional.
Grossi menyebut Pakistan, Qatar, Oman, dan Mesir sebagai sejumlah negara yang turut mendukung upaya untuk mengembalikan situasi ke dalam kerangka kerja yang memungkinkan aktivitas nuklir Iran diawasi dan diverifikasi secara memadai.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Menurut dia, kerja sama internasional dan mekanisme pengawasan yang independen diperlukan untuk membangun kepercayaan di tengah ketegangan yang menyelimuti program nuklir Iran.
Grossi juga mengingatkan bahwa pendekatan diplomatik tetap menjadi jalan penting untuk mencapai penyelesaian yang bertahan lama. Tanpa kesepakatan yang dapat diterima melalui proses diplomasi, ketegangan terkait program nuklir Iran berisiko sulit diselesaikan secara stabil.
“Tidak akan ada solusi yang langgeng dan stabil tanpa adanya kesepakatan diplomatik,” ujarnya di hadapan Majelis Umum PBB.
Ia menambahkan, setiap kesepakatan yang melibatkan program nuklir Iran perlu ditopang oleh verifikasi independen IAEA. Mekanisme tersebut dinilai penting untuk memastikan komitmen yang disepakati dapat dipantau secara objektif.
“Agar kesepakatan diplomatik dapat terwujud, kami memerlukan verifikasi tersebut. Kami perlu dukungan kuat terhadap kerja IAEA. Kami siap dan kami yakin bahwa mereka menginginkan hal yang sama,” kata Grossi.
Pernyataan tersebut menegaskan kesiapan IAEA untuk mengambil peran teknis dalam mendukung proses diplomasi, sementara tercapainya kesepakatan tetap bergantung pada kemajuan perundingan dan komitmen para pihak terkait.
Pewarta : Primayanti Editor: Vienty Kumala COPYRIGHT © ANTARA 2026
Sumber: ANTARA News Riau. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.