Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Nasional

Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Aceh, Jalan Nasional hingga Lahan Pertanian Terdampak

Hujan deras memicu banjir dan longsor di Aceh Tenggara, merendam lahan pertanian serta menghambat jalan nasional. Sebanyak 2.787 jiwa terdampak. Baca di sini

Sumber foto: VIVA.co.id

Jakarta, VIVA – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah Aceh memicu banjir dan longsor, merusak lahan pertanian hingga menghambat lalu lintas di jalan nasional. Di Kabupaten Aceh Tenggara, bencana tersebut berdampak pada ribuan warga.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan banjir kembali berdampak pada lahan pertanian di Aceh Tenggara sejak hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Dalam laporan yang disampaikan pada Kamis (15/10/2026), luas lahan pertanian terdampak tercatat mencapai 154,74 hektare.

"Total luas lahan pertanian yang terdampak banjir mencapai 153,74 hektare," kata Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti dalam laporannya, di Banda Aceh, Kamis.

Lahan yang terdampak berada di Kecamatan Bambel dan Lawe Sumur. Di Kecamatan Bambel, banjir merendam tanaman padi seluas 74,5 hektare dan jagung 43,24 hektare. Sementara itu, lahan padi seluas 36 hektare terdampak di Kecamatan Lawe Sumur.

Banjir dan longsor kembali menerjang Aceh Tenggara sejak Jumat (9/10/2026), akibat curah hujan tinggi yang berlangsung lama. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah tanggul jebol dan longsor di sekitar ruas jalan nasional Kutacane-Blangkejeren.

Wilayah terdampak meliputi Desa Kati Maju di Kecamatan Ketambe, Desa Pulonas Baru di Kecamatan Lawe Bulan, Desa Pulo Latong di Kecamatan Babussalam, serta sembilan desa di Kecamatan Bambel.

Material longsor yang menutupi badan jalan Kutacane-Blangkejeren menghambat lalu lintas dari kedua arah dan menyebabkan kemacetan panjang. Banjir juga menggerus hingga menghanyutkan intake sumber air bersih SPAM Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara. Selain itu, gudang logistik BPBD dan fasilitas SMPIT Al Khansa ikut tergenang.

BPBA mencatat sebanyak 783 kepala keluarga atau 2.787 jiwa terdampak bencana tersebut. Meski demikian, tidak ada laporan pengungsian maupun korban jiwa.

Penanganan darurat dilakukan dengan mengerahkan tim reaksi cepat untuk mendata kondisi di lokasi terdampak. Petugas juga menurunkan satu unit ekskavator untuk membersihkan material longsor yang menutup jalan, serta mengeruk dan membersihkan kayu gelondongan di aliran air sekitar jembatan bailey Pulo Latong.

Pembersihan turut dilakukan di ruas jalan Pulonas Baru-Lawe Rutung dari endapan lumpur. Alat berat juga dikerahkan untuk menutup tanggul yang jebol, mengeruk dan menormalisasi sungai, serta memperkuat tanggul di sejumlah titik.

Sumber: VIVA.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with