Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Aceh, Jalan Nasional hingga Lahan Pertanian Terdampak
Hujan deras memicu banjir dan longsor di Aceh Tenggara, merendam lahan pertanian serta menghambat jalan nasional. Sebanyak 2.787 jiwa terdampak. Baca di sini

Jakarta, VIVA – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah Aceh memicu banjir dan longsor, merusak lahan pertanian hingga menghambat lalu lintas di jalan nasional. Di Kabupaten Aceh Tenggara, bencana tersebut berdampak pada ribuan warga.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan banjir kembali berdampak pada lahan pertanian di Aceh Tenggara sejak hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Dalam laporan yang disampaikan pada Kamis (15/10/2026), luas lahan pertanian terdampak tercatat mencapai 154,74 hektare.
"Total luas lahan pertanian yang terdampak banjir mencapai 153,74 hektare," kata Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti dalam laporannya, di Banda Aceh, Kamis.
Lahan yang terdampak berada di Kecamatan Bambel dan Lawe Sumur. Di Kecamatan Bambel, banjir merendam tanaman padi seluas 74,5 hektare dan jagung 43,24 hektare. Sementara itu, lahan padi seluas 36 hektare terdampak di Kecamatan Lawe Sumur.
Banjir dan longsor kembali menerjang Aceh Tenggara sejak Jumat (9/10/2026), akibat curah hujan tinggi yang berlangsung lama. Kondisi tersebut menyebabkan sejumlah tanggul jebol dan longsor di sekitar ruas jalan nasional Kutacane-Blangkejeren.
Wilayah terdampak meliputi Desa Kati Maju di Kecamatan Ketambe, Desa Pulonas Baru di Kecamatan Lawe Bulan, Desa Pulo Latong di Kecamatan Babussalam, serta sembilan desa di Kecamatan Bambel.
Material longsor yang menutupi badan jalan Kutacane-Blangkejeren menghambat lalu lintas dari kedua arah dan menyebabkan kemacetan panjang. Banjir juga menggerus hingga menghanyutkan intake sumber air bersih SPAM Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara. Selain itu, gudang logistik BPBD dan fasilitas SMPIT Al Khansa ikut tergenang.
BPBA mencatat sebanyak 783 kepala keluarga atau 2.787 jiwa terdampak bencana tersebut. Meski demikian, tidak ada laporan pengungsian maupun korban jiwa.
Penanganan darurat dilakukan dengan mengerahkan tim reaksi cepat untuk mendata kondisi di lokasi terdampak. Petugas juga menurunkan satu unit ekskavator untuk membersihkan material longsor yang menutup jalan, serta mengeruk dan membersihkan kayu gelondongan di aliran air sekitar jembatan bailey Pulo Latong.
Pembersihan turut dilakukan di ruas jalan Pulonas Baru-Lawe Rutung dari endapan lumpur. Alat berat juga dikerahkan untuk menutup tanggul yang jebol, mengeruk dan menormalisasi sungai, serta memperkuat tanggul di sejumlah titik.
Sumber: VIVA.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.