Houthi Serang Bandara Internasional Riyan Yaman dengan Tiga Drone, Landasan Pacu dan Fasilitas Listrik Rusak
Houthi Serang Bandara Internasional Riyan Yaman dengan Tiga Drone, Landasan Pacu dan Fasilitas Listrik Rusak

Pantau – Kelompok pemberontak Houthi melancarkan serangan menggunakan tiga pesawat nirawak atau drone terhadap Bandara Internasional Riyan di Kota Al Mukalla, Provinsi Hadhramaut, Yaman, Rabu (21/10/2026).
Serangan tersebut menghantam landasan pacu dan sejumlah fasilitas pasokan listrik bandara, tetapi laporan awal menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Berdasarkan laporan portal berita setempat Hadramawt.net, serangan terhadap bandara tersebut merupakan bagian dari rangkaian aksi militer Houthi yang terjadi di sejumlah wilayah Yaman.
Insiden itu berlangsung di tengah meningkatnya serangan kelompok Houthi terhadap sejumlah fasilitas strategis dan pangkalan militer di negara tersebut.
Kelompok Houthi dilaporkan mengerahkan tiga pesawat nirawak untuk menyerang Bandara Internasional Riyan yang terletak di wilayah Hadhramaut, Yaman bagian tenggara.
Serangan tersebut mengenai sejumlah bagian penting infrastruktur bandara, termasuk landasan pacu dan fasilitas yang mendukung pasokan listrik.
Informasi awal yang dihimpun media setempat menunjukkan bahwa serangan itu tidak mengakibatkan korban jiwa.
Meski demikian, laporan tersebut belum merinci tingkat kerusakan fasilitas bandara maupun dampaknya terhadap aktivitas penerbangan.
Belum terdapat pula informasi mengenai langkah pemulihan fasilitas yang terdampak serangan tersebut.
Sebelum serangan terhadap Bandara Internasional Riyan dilaporkan, kelompok Houthi juga mengeklaim telah menyerang markas operasional militer Arab Saudi di Kota Aden pada Rabu (21/10/2026).
Aden merupakan kota yang saat ini menjadi pusat pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional.
Klaim serangan tersebut menambah daftar aksi militer yang dilaporkan melibatkan kelompok Houthi di sejumlah wilayah Yaman.
Namun, belum tersedia keterangan lebih lanjut mengenai kerusakan maupun korban akibat serangan yang diklaim menyasar markas operasional militer Arab Saudi tersebut.
Sehari sebelum serangan terhadap Bandara Internasional Riyan, kelompok Houthi juga mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap pusat pelatihan keamanan di sebuah pangkalan militer di Yaman tenggara.
Serangan yang dilaporkan pada Selasa (20/10/2026) tersebut mengakibatkan sedikitnya 73 orang meninggal dunia.
Otoritas Provinsi Shabwa menyampaikan bahwa jumlah korban tewas meningkat, sementara petugas masih melakukan pencarian terhadap sejumlah orang yang belum ditemukan.
"Jumlah korban tewas telah meningkat jadi 73 orang, sementara operasi pencarian berlanjut untuk menemukan 14 orang lainnya yang masih belum diketahui nasibnya," tulis otoritas Provinsi Shabwa melalui pernyataan di media sosial, Selasa.
Kelompok Houthi kemudian mengaku sebagai pihak yang melakukan penyerangan terhadap pangkalan militer tersebut.
Hingga laporan ini disampaikan, nasib 14 orang yang masih dalam pencarian belum diketahui, sementara serangan terhadap Bandara Internasional Riyan dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa.
Sumber: pantau.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...