Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Arab Saudi

Houthi Kembali Serang Arab Saudi, Empat Drone Ditembak Jatuh di Riyadh dan Madinah

Arab Saudi menembak jatuh empat drone yang disebut diluncurkan kelompok Houthi ke wilayah Riyadh dan Madinah. Insiden terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya konflik antara kelompok Houthi di…

Sumber foto: AFU.id

Arab Saudi menembak jatuh empat drone yang disebut diluncurkan kelompok Houthi ke wilayah Riyadh dan Madinah. Insiden terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya konflik antara kelompok Houthi di Yaman dan koalisi pimpinan Saudi yang dalam beberapa pekan terakhir kembali diwarnai serangan terhadap bandara dan fasilitas energi strategis. “Pencegatan dan penghancuran empat pesawat nirawak di wilayah Riyadh dan Madinah,” ujar juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki Al-Malki, Kamis, (22/10/26).

Pencegatan tersebut berlangsung ketika Arab Saudi memperketat pengamanan terhadap infrastruktur energi dan penerbangan sipil setelah rentetan serangan Houthi dalam beberapa pekan terakhir. Menurut laporan Reuters, perusahaan minyak negara Saudi Aramco bahkan telah meminta staf di kantor pusatnya di Dhahran untuk mengevakuasi gedung dan bekerja dari rumah hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Kebijakan itu menyusul gelombang serangan yang menyasar fasilitas energi Saudi. Sebelumnya, kantor pusat Aramco di Dhahran dilaporkan mengalami kerusakan cukup besar akibat serangan pada 13 Oktober 2026. Reuters melaporkan api sempat menjalar ke beberapa lantai bangunan, sementara sebagian fungsi operasional perusahaan dipindahkan ke kantor global lainnya.

Konflik juga berdampak pada sektor penerbangan. Dalam beberapa pekan terakhir, kelompok Houthi mengklaim menyerang sejumlah bandara Saudi, termasuk Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dan Bandara King Fahd di Dammam. Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa dan mengganggu aktivitas penerbangan di kerajaan itu.

Meski demikian, kelompok Houthi membantah tuduhan terbaru mengenai serangan ke Madinah. Juru bicara militer Houthi Yahya Saree menyatakan kelompoknya tidak meluncurkan drone ke kota suci tersebut maupun melakukan operasi militer ke Arab Saudi pada hari yang dimaksud. Pernyataan itu berbeda dengan klaim koalisi Saudi yang menyebut drone telah dicegat di Madinah dan wilayah lainnya.

Reuters melaporkan eskalasi terbaru ini menandai berakhirnya masa tenang yang berlangsung setelah gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2022. Pertempuran yang kembali meningkat dalam beberapa bulan terakhir membuka front baru konflik regional yang juga berkaitan dengan ketegangan lebih luas di Timur Tengah.

Selain menyerang wilayah Saudi, Houthi juga mengklaim melakukan serangan terhadap sejumlah target di Yaman yang dikuasai pemerintah. Pada pekan ini, serangan rudal Houthi terhadap kamp pelatihan pasukan keamanan pemerintah Yaman di Provinsi Shabwa dilaporkan menewaskan puluhan orang. Meningkatnya intensitas serangan membuat pasar energi internasional ikut bereaksi. Reuters mencatat kekhawatiran terhadap keamanan fasilitas minyak Arab Saudi dan potensi gangguan pasokan dari eksportir minyak terbesar dunia tersebut mendorong harga minyak global naik ke level tertinggi sejak Mei 2026.

Otoritas Saudi belum merinci lokasi pasti pencegatan empat drone tersebut maupun kerusakan yang mungkin ditimbulkan. Namun insiden terbaru menunjukkan ancaman terhadap fasilitas energi, bandara, dan wilayah strategis Arab Saudi masih terus berlangsung di tengah memanasnya kembali konflik dengan kelompok Houthi. (RHU)

Sumber: AFU.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with