Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Nasional

Hari Santri Nasional Jadi Momentum Penguatan Identitas Pesantren

Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober menjadi momentum penting untuk memperkuat pengakuan terhadap identitas santri serta peran pondok pesantren dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Dr. Muhammad...

Sumber foto: RRI.co.id

Bone – Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober menjadi momentum penting untuk memperkuat pengakuan terhadap identitas santri serta peran pondok pesantren dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Dr. Muhammad Asriady, M.Th.I., Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Pondok Pesantren Kabupaten Bone sekaligus Kepala Divisi Humas PP Al-Ikhlas, mengatakan Hari Santri merupakan bentuk penghargaan atas perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurutnya, perjuangan KH Hasyim Asy’ari dan para ulama menjadi bagian penting dari sejarah bangsa yang patut terus dikenang. Asriady menjelaskan, penetapan Hari Santri Nasional menjadi salah satu bentuk pengakuan negara terhadap keberadaan dan kontribusi pesantren.

Ia menilai pesantren tidak boleh dipandang sebelah mata karena telah berperan dalam pendidikan, pembinaan akhlak, serta pembentukan karakter generasi muda. “Hari Santri itu dimaknai sebagai hari di mana kita sebenarnya diakui identitasnya di bangsa ini. Hal ini juga pentingnya pengakuan terhadap pendidikan pesantren agar memiliki kedudukan yang semakin kuat dalam sistem pendidikan nasional," jelas Dr. Asriady saat berbincang bersama RRI Bone, Rabu 21 Oktober 2026.

Dalam memperingati Hari Santri Nasional, Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung, Kabupaten Bone, menyiapkan sejumlah kegiatan, di antaranya apel dan upacara santri serta berbagai perlombaan seni dan olahraga. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para santri untuk mengembangkan kreativitas, bakat, dan kemampuan di luar kegiatan belajar di kelas.

Selain itu, terdapat pula kegiatan expo kemandirian pesantren pada tingkat yang lebih luas. "peringatan Hari Santri merupakan momentum bagi santri untuk menunjukkan potensi dan kontribusi positif kepada masyarakat," ungkap Dr. Asriady.

Selain menyoroti peringatan Hari Santri, Asriady mengajak para pengasuh pesantren untuk mengurus izin operasional resmi melalui Kementerian Agama. Berdasarkan perkiraannya, terdapat hampir 40 pondok pesantren di Kabupaten Bone, sementara sekitar 29 pesantren disebut telah memperoleh legalitas resmi.

Ia mengimbau pesantren yang belum memiliki izin agar segera mengajukan permohonan dan melengkapi persyaratan administrasi. “Kami mengajak para pengasuh atau para pembina di pondok pesantren yang mengatasnamakan diri pondok pesantren, ayolah kita sama-sama mengajukan diri ke Kementerian Agama,” katanya.

Dan melalui peringatan Hari Santri Nasional, ia berharap para santri semakin termotivasi untuk berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara. "Teruslah menjadi santri yang sakti. Santri yang sakti itu adalah santri yang smart, kreatif, tangguh dan ikhlas,” tutupnya.

Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with