Hari Santri Nasional Jadi Momentum Penguatan Identitas Pesantren
Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober menjadi momentum penting untuk memperkuat pengakuan terhadap identitas santri serta peran pondok pesantren dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Dr. Muhammad...

Bone – Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober menjadi momentum penting untuk memperkuat pengakuan terhadap identitas santri serta peran pondok pesantren dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Dr. Muhammad Asriady, M.Th.I., Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Pondok Pesantren Kabupaten Bone sekaligus Kepala Divisi Humas PP Al-Ikhlas, mengatakan Hari Santri merupakan bentuk penghargaan atas perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, perjuangan KH Hasyim Asy’ari dan para ulama menjadi bagian penting dari sejarah bangsa yang patut terus dikenang. Asriady menjelaskan, penetapan Hari Santri Nasional menjadi salah satu bentuk pengakuan negara terhadap keberadaan dan kontribusi pesantren.
Ia menilai pesantren tidak boleh dipandang sebelah mata karena telah berperan dalam pendidikan, pembinaan akhlak, serta pembentukan karakter generasi muda. “Hari Santri itu dimaknai sebagai hari di mana kita sebenarnya diakui identitasnya di bangsa ini. Hal ini juga pentingnya pengakuan terhadap pendidikan pesantren agar memiliki kedudukan yang semakin kuat dalam sistem pendidikan nasional," jelas Dr. Asriady saat berbincang bersama RRI Bone, Rabu 21 Oktober 2026.
Dalam memperingati Hari Santri Nasional, Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung, Kabupaten Bone, menyiapkan sejumlah kegiatan, di antaranya apel dan upacara santri serta berbagai perlombaan seni dan olahraga. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para santri untuk mengembangkan kreativitas, bakat, dan kemampuan di luar kegiatan belajar di kelas.
Selain itu, terdapat pula kegiatan expo kemandirian pesantren pada tingkat yang lebih luas. "peringatan Hari Santri merupakan momentum bagi santri untuk menunjukkan potensi dan kontribusi positif kepada masyarakat," ungkap Dr. Asriady.
Selain menyoroti peringatan Hari Santri, Asriady mengajak para pengasuh pesantren untuk mengurus izin operasional resmi melalui Kementerian Agama. Berdasarkan perkiraannya, terdapat hampir 40 pondok pesantren di Kabupaten Bone, sementara sekitar 29 pesantren disebut telah memperoleh legalitas resmi.
Ia mengimbau pesantren yang belum memiliki izin agar segera mengajukan permohonan dan melengkapi persyaratan administrasi. “Kami mengajak para pengasuh atau para pembina di pondok pesantren yang mengatasnamakan diri pondok pesantren, ayolah kita sama-sama mengajukan diri ke Kementerian Agama,” katanya.
Dan melalui peringatan Hari Santri Nasional, ia berharap para santri semakin termotivasi untuk berkontribusi bagi agama, bangsa, dan negara. "Teruslah menjadi santri yang sakti. Santri yang sakti itu adalah santri yang smart, kreatif, tangguh dan ikhlas,” tutupnya.
Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.