Hari Kebudayaan Nasional, Bali Dorong Regenerasi Seniman
Hari Kebudayaan Nasional 2026 menjadi momentum untuk mengevaluasi upaya pemajuan kebudayaan, termasuk menjaga keberlanjutan tradisi dan regenerasi seniman di Bali. Dinas Kebudayaan Provinsi Bali mendorong kebudayaan tidak hanya dilestarikan, tetapi...

Denpasar – Hari Kebudayaan Nasional 2026 menjadi momentum untuk mengevaluasi upaya pemajuan kebudayaan, termasuk menjaga keberlanjutan tradisi dan regenerasi seniman di Bali. Dinas Kebudayaan Provinsi Bali mendorong kebudayaan tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikembangkan agar tetap hidup dan dekat dengan generasi muda.
Kepala Seksi Penyajian dan Pengembangan Seni UPTD Taman Budaya Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Arum Gunawan, S.Ag., M.Ag., mengatakan pemajuan kebudayaan perlu memastikan pengetahuan dan keterampilan seniman senior dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. Menurutnya, regenerasi menjadi bagian penting agar kesenian dan tradisi Bali tetap berkembang di tengah perubahan zaman.
“Hari Kebudayaan ini kita jadikan sebagai momentum untuk menilai sejauh mana kita sudah bisa meregenerasi pelaku-pelaku budaya, meregenerasi insan-insan budaya dalam kehidupan masyarakat kita,” ujar I Gede Arum Gunawan.
Untuk mendekatkan budaya kepada generasi muda, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali turut mendorong pemanfaatan teknologi digital, termasuk digitalisasi lontar agar lebih mudah diakses. Kolaborasi dengan para pembuat konten juga dilakukan untuk memperluas publikasi dan mengajak masyarakat terlibat dalam gerakan pelestarian budaya.
Selain menjaga nilai budaya, pengembangan kebudayaan juga diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi seniman, perajin, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali adalah menyediakan fasilitas pameran Bali Bangkit di Taman Budaya bagi pelaku UMKM dan perajin secara gratis hingga 2030.
Arum Gunawan mengajak masyarakat menjadikan kebudayaan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari tanpa merasa terbebani. Ia juga mendorong generasi muda untuk bangga menggunakan produk lokal, mulai dari tekstil hingga kerajinan, serta memanfaatkan teknologi untuk memperkenalkannya kepada masyarakat luas.
Melalui momentum Hari Kebudayaan Nasional 2026, pemajuan kebudayaan diharapkan semakin melibatkan masyarakat dan generasi muda. Dengan regenerasi seniman, pemanfaatan teknologi, serta dukungan terhadap produk lokal, budaya Bali diharapkan terus berakar, bertumbuh, dan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat.
Sumber: RRI.co.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.