Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Timur Tengah

Harga Minyak Tembus Level Tertinggi 5 Bulan, Konflik Timur Tengah Memanas

Harga minyak tembus level tertinggi 5 bulan setelah serangan Houthi di Arab Saudi. Konflik Timur Tengah kembali mengancam pasokan energi glo

Harga minyak dunia melonjak sekitar 4% pada perdagangan Kamis (22/10/2026), menembus level penutupan tertinggi dalam lima bulan. Serangan kelompok Houthi di Arab Saudi memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah, di tengah meningkatnya risiko konflik geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik US$ 4,35 (4%) menjadi US$ 113,17 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat US$ 2,32 (2,4%) menjadi US$ 99,47 per barel.

Harga penutupan Brent tersebut merupakan yang tertinggi sejak 4 Mei 2026. Brent juga bertahan di wilayah overbought secara teknikal untuk ketiga kalinya dalam sepekan, mencerminkan kuatnya tekanan beli di pasar.

Analis perusahaan konsultan energi Ritterbusch and Associates mengatakan, harga minyak kembali memperoleh premi risiko yang kuat akibat serangan tambahan Houthi terhadap infrastruktur Arab Saudi serta pembicaraan mengenai kemungkinan serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu AS bulan depan.

Reuters melaporkan, Saudi Aramco meminta para pegawainya mengevakuasi kantor pusat di Dhahran, dekat Teluk Persia dan Bahrain, seiring meningkatnya pertempuran antara Arab Saudi dan kelompok Houthi dari Yaman.

Konflik antara Houthi dan koalisi pimpinan Arab Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di sekitar Bab el-Mandeb, jalur pelayaran strategis di pintu masuk Laut Merah.

Analis minyak PVM Tamas Varga mengatakan, laporan mengenai ekspor minyak mentah Timur Tengah yang telah melampaui tingkat sebelum konflik belum cukup meredakan kekhawatiran pasar. Risiko serangan terhadap kapal di Selat Hormuz serta infrastruktur minyak Arab Saudi masih membayangi pasokan energi global.

Sumber: investor.id. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with