Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Palestina

Hamas Desak Langkah Konkret Eropa Terhadap Permukiman Israel

Hamas menyambut sikap Uni Eropa yang menentang perluasan permukiman ilegal Israel dan mendesak langkah konkret untuk menghentikan pendudukan serta kekerasan pemukim.

Sumber foto: Minanews.net

Gaza, MINA – Gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas, menyambut sikap Dewan Eropa yang menentang perluasan permukiman ilegal Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Hamas mendesak sikap tersebut ditindaklanjuti dengan langkah konkret untuk menekan penjajah Israel agar menghentikan pelanggaran di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem.

Dalam pernyataan yang dikutip Senjata, Ahad (19/10), Hamas memuji Dewan Eropa karena memperingatkan perusahaan dan lembaga keuangan agar tidak mendukung atau terlibat dalam proyek permukiman ilegal Israel.

Hamas juga mengapresiasi seruan Dewan Eropa untuk memastikan bantuan kemanusiaan dan bantuan darurat dapat disalurkan ke Jalur Gaza.

Gerakan tersebut mendesak para pemimpin Eropa meningkatkan tekanan untuk mengakhiri pendudukan serta menghentikan serangan pemukim Israel yang, menurut Hamas, mendapat dukungan pemerintah.

Hamas menekankan bahwa kekerasan pemukim kini secara rutin menyasar warga sipil Palestina, personel diplomatik asing, jurnalis, dan aktivis.

Menurut Hamas, kritik Amerika Serikat dan negara-negara Eropa terhadap serangan tersebut harus disertai tindakan nyata untuk menghentikan kekerasan, membawa pelaku ke pengadilan, serta memastikan pemerintah Israel dimintai pertanggungjawaban atas dukungannya terhadap aksi pemukim.

Sebelumnya, dalam kesimpulan yang dirilis pada Jumat (16/10) setelah pertemuan tingkat tinggi selama dua hari di Brussels, para pemimpin Uni Eropa menyerukan Israel segera membatalkan rencana perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki. Mereka juga memperingatkan dunia usaha agar tidak mengikuti tender proyek konstruksi permukiman karena berisiko menimbulkan konsekuensi hukum, ekonomi, dan reputasi yang serius.

Dalam kesimpulan pertemuan Dewan Eropa pada 15–16 Oktober, para pemimpin Uni Eropa mengecam perluasan permukiman ilegal Israel yang terus berlanjut serta meningkatnya kekerasan pemukim Yahudi terhadap warga sipil Palestina di Tepi Barat.

Para pemimpin Uni Eropa secara khusus mendesak Israel membatalkan rencana pembangunan permukiman baru di kawasan E1. Proyek kontroversial tersebut dinilai mengancam semakin memecah wilayah Palestina dan merusak prospek terbentuknya negara Palestina yang layak dan berkesinambungan.

Dewan Eropa juga meminta perusahaan dan lembaga keuangan menahan diri dari keterlibatan dalam proyek konstruksi yang berkaitan dengan permukiman ilegal Israel. Keterlibatan tersebut, menurut peringatan dewan, dapat menimbulkan konsekuensi serius berdasarkan hukum internasional.

Sumber: Minanews.net. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with