Geruduk Kantor Gubernur Kalteng, Warga Minta Karhutla Jadi Bencana Nasional
Warga geruduk Kantor Gubernur Kalteng! Tuntut status Bencana Nasional untuk karhutla dan pertanyakan insentif relawan yang tak dibayar.

Onel menegaskan, sudah semestinya bencana kabut asap ditetapkan menjadi bencana nasional, meski standar kebencanaan yang ada belum memenuhi. Sebab, bencana kabut asap tidak mematikan secara langsung, karena paparan asapnya dapat mengganggu kesehatan dalam jangka panjang.
"Dampak dari kabut asap ini tidak langsung membuat warga jatuh (seperti bencana lainnya), tetapi jangka panjang, dan jangan lupa sudah ada relawan kita yang meninggal ketika memadamkan karhutla," jelasnya.
Ia meminta pemerintah pusat untuk lebih fokus menangani bencana ini, tidak hanya menerima laporan dari jajaran di bawah, tanpa melakukan pengecekan silang untuk memastikan kondisi riil yang dihadapi warga setempat.
"Kepada Prabowo jangan hanya 'saya mendapat laporan', tapi panggil kepala daerah yang ada di sini, gubernur, bupati, wali kota di sini, cek langsung kondisi riil di lapangan," ujarnya.
Onel tidak menampik ada beberapa anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah, diketahui dari pemberitaan di berbagai media. Namun, ia mempertanyakan implementasi dan transparansi anggaran tersebut di lapangan.
"Kalau anggaran itu ada, mengapa kawan-kawan relawan mengeluh insentifnya tidak dibayar, ada apa di sini? Seharusnya kalau ada anggaran, para relawan tidak berteriak, anggaran itu tidak disampaikan secara terbuka, ada apa," ujarnya.
Di tempat yang sama, Sekda Kalteng Linae Victoria Aden, menyampaikan permohonan maaf kepada massa aksi karena Gubernur Kalteng Agustiar Sabran tidak dapat menemui langsung massa aksi.
Mengenai tuntutan yang disampaikan massa aksi, ia menyebut nantinya bisa dilakukan audiensi bersama gubernur.
"Mohon maaf, mungkin nanti di lain waktu bisa audiensi dengan Bapak Gubernur," ujarnya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Sumber: Kompas.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.