Ganjar Pranowo Desak Karhutla Ditetapkan Bencana Nasional, Usulkan Pejabat Berkantor di Lokasi Bencana
Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo desak pemerintah tetapkan Karhutla sebagai bencana nasional. Ia berikan 5 usulan penanganan, termasuk refocusing anggaran.

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo, secara resmi mendesak pemerintah untuk segera mendeklarasikan status Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai bencana nasional.
Desakan tersebut diiringi dengan lima rekomendasi strategis guna mempercepat penanganan krisis kabut asap yang kian mengkhawatirkan masyarakat.
Langkah pertama dan kedua yang ditekankan oleh Ganjar adalah penetapan status kedaruratan dan mobilisasi sumber daya secara total. Pemerintah diminta segera mengerahkan tenaga terlatih serta mengonversi berbagai moda transportasi menjadi sarana pemadaman api.
“Umumkan Karhutla sebagai bencana nasional. Mobilisasi sumber daya secara maksimal dengan menerjunkan lebih banyak orang terlatih, dan mengonversi peralatan transportasi darat, laut, udara menjadi alat bantu pemadaman secara masif dan terkoordinasi dengan baik,” tegas Ganjar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/10/2026).
Ketiga, Ganjar menyoroti pentingnya refocusing atau pengalihan anggaran. Ia menyarankan agar pemerintah menunda sementara program-program berskala besar dan mengalihkan dananya untuk penanganan darurat Karhutla dan jaring pengaman sosial.
"Alihkan sementara waktu anggaran program berdana besar untuk bencana nasional Karhutla ini. Selain pemadaman, dana digunakan untuk membantu ekonomi warga terdampak, bantuan sosial bagi pedagang, dan UMKM. Pemerintah juga sebaiknya menanggung biaya pengobatan warga, mendistribusikan masker, oksigen, dan kebutuhan lainnya,” paparnya.
Keempat, demi melindungi kelompok rentan, Ganjar meminta agar sekolah di wilayah yang terkepung kabut asap segera diliburkan. Sistem pendidikan diminta dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) demi keselamatan dan kesehatan anak-anak.
Sebagai usulan kelima, Ganjar mendesak para pejabat dan pemangku kebijakan untuk turun gunung dan bekerja langsung dari lokasi terdampak Karhutla agar benar-benar memahami penderitaan masyarakat di lapangan.
"Kerahkan seluruh pejabat terkait untuk ngantor di wilayah Karhutla. Dengan merasakan sendiri sesaknya bernapas dalam kepungan asap dan mengetahui sendiri kondisi lapangan, para pejabat akan lebih mengetahui tingkat urgensinya sehingga penanganan bisa lebih cepat dilakukan,” pungkas mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut.
Sumber: Warta Ekonomi. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.