Eskalasi Timur Tengah Memanas, Menhaj Minta Jemaah Umrah Waspadai Rute Transit
Jemaah umrah Indonesia yang menggunakan penerbangan transit diminta meningkatkan kewaspadaan, mengingat eskalasi geopolitik Timur Tengah yang kian memanas. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf […]

Jakarta – Jemaah umrah Indonesia yang menggunakan penerbangan transit diminta meningkatkan kewaspadaan, mengingat eskalasi geopolitik Timur Tengah yang kian memanas. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan jemaah agar mencermati wilayah persinggahan sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.
Imbauan tersebut disampaikan Irfan saat menghadiri 8th International Hajj Fund 2026 di Jakarta, Kamis (15/10). Ia meminta jemaah lebih berhati-hati, terutama ketika rute perjalanan mengharuskan mereka singgah di wilayah tertentu.
“Tetap berhati-hati, terutama buat umrah yang harus transit ke daerah-daerah tertentu yang harus dicermati,” ujar Irfan, seperti dikutip dari Antara.
Peringatan tersebut muncul setelah kelompok Houthi menyerang bandara di Riyadh, Arab Saudi, beberapa waktu lalu. Sejumlah jemaah umrah dari berbagai negara dikabarkan menjadi korban dalam serangan tersebut.
Situasi keamanan kawasan menjadi perhatian pemerintah dalam mengingatkan jemaah mengenai pilihan rute perjalanan. Irfan meminta jemaah menghindari wilayah yang dianggap rawan dan mengikuti informasi dari otoritas setempat.
Meski demikian, laporan yang diterima Menhaj menunjukkan penerbangan langsung menuju Arab Saudi masih berjalan aman. Penerbangan menuju Jeddah dan Madinah juga dilaporkan tidak mengalami keterlambatan signifikan.
“Sampai hari ini setelah penerbangan langsung, itu masih aman. Tidak ada keterlambatan yang sampai 1 hingga 2 jam. Alhamdulillah masih aman,” kata Menhaj Irfan.
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak juga mengimbau jemaah memilih penerbangan langsung dari Indonesia. Rute yang disarankan menghubungkan bandara di Indonesia dengan Madinah atau Jeddah tanpa transit.
“Kemlu RI dan Kemenhaj hanya mengimbau agar jemaah Indonesia memilih penerbangan direct ke Madinah atau Jeddah,” ujar Dahnil.
Imbauan tersebut menjadi langkah kehati-hatian di tengah perkembangan situasi keamanan Timur Tengah. Namun, pemerintah belum memutuskan untuk mengimbau atau melarang perjalanan ke Arab Saudi.
Kementerian Haji dan Umrah terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI serta otoritas Arab Saudi. Koordinasi ini dilakukan untuk memantau perkembangan situasi di Arab Saudi.
Dahnil menegaskan, hingga saat ini belum ada keputusan untuk mengimbau atau melarang perjalanan ke negara tersebut. Jemaah umrah tetap diminta memperhatikan arahan resmi dan informasi keamanan sebelum menentukan rute perjalanan. (*)
Sumber: Infobanknews. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...