Minggu, 1 November 2026

DVP Berita

Terkini
Palestina

Erdogan sambut peran Kamboja dalam upaya perdamaian Palestina

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menyebut Kamboja sebagai mitra penting di Asia Tenggara dan menegaskan komitmen kedua negara untuk meningkatkan kerja sama perdagangan, investasi, industri pertahanan, pendidikan, serta kebudayaan |...

Sumber foto: Anadolu Ajansı

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan pada Jumat mengatakan bahwa Kamboja merupakan mitra penting negaranya di Asia Tenggara, seiring dengan perkembangan pesat hubungan bilateral kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.

Erdogan menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Kamboja Hun Manet setelah keduanya mengadakan pertemuan empat mata dan pertemuan antardelegasi di Istana Dolmabahce, Istanbul.

"Kami memandang Kamboja, yang hubungannya dengan kami berkembang pesat terutama dalam beberapa tahun terakhir, sebagai mitra penting di Asia Tenggara," kata Erdogan.

Erdogan mengatakan dirinya dan Hun Manet telah membahas secara menyeluruh hubungan bilateral kedua negara.

Dia mengingatkan bahwa Turkiye dan Kamboja sebelumnya telah menyepakati target peningkatan nilai perdagangan bilateral menjadi 1 miliar dolar AS saat kunjungan Perdana Menteri Kamboja saat itu, Hun Sen, ke Turkiye pada 2018.

"Upaya kami untuk mencapai target tersebut masih terus berlangsung," ujarnya.

Erdogan berharap Forum Bisnis Turkiye-Kamboja yang digelar pada Jumat dapat memperkuat hubungan antara komunitas bisnis kedua negara.

Menurut dia, pembicaraan dengan Hun Manet juga mencakup pengembangan kerja sama perdagangan dan investasi, industri pertahanan, energi, pendidikan, serta kebudayaan.

Erdogan menyambut baik ketertarikan Kamboja terhadap produk industri pertahanan Turkiye dan menilai terdapat potensi besar untuk meningkatkan kerja sama di sektor tersebut.

"Insyaallah, kami akan terus mengembangkan kerja sama dengan mereka," katanya.

Presiden Turkiye itu juga menyoroti berbagai proyek yang dijalankan Badan Kerja Sama dan Koordinasi Turkiye (TIKA) serta Institut Yunus Emre di Kamboja.

Menurut dia, kegiatan kedua lembaga tersebut memberikan kontribusi penting dalam mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

"Kami juga mendukung pendidikan mahasiswa Kamboja melalui program Beasiswa Turkiye," tambahnya.

Terkait isu regional dan internasional, Erdogan mengatakan kerja sama Turkiye dan Kamboja turut mendukung upaya mewujudkan perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan global.

Dia juga menyambut baik keikutsertaan Kamboja sebagai anggota pendiri Dewan Perdamaian (Board of Peace).

"Partisipasi Kamboja sangat kami sambut baik. Saya percaya mereka akan terus berkontribusi terhadap upaya yang berlandaskan solusi dua negara di Palestina," ujarnya.

Erdogan turut menyinggung sengketa perbatasan antara Kamboja dan Thailand.

Dia menyatakan harapan agar perselisihan tersebut dapat diselesaikan melalui dialog dan cara-cara damai berdasarkan hukum internasional.

"Kami terus mendukung warga sipil yang terdampak bentrokan," katanya.

Erdogan mengatakan Turkiye sejauh ini telah menyalurkan bantuan kepada lebih dari 3.000 orang melalui kerja sama dengan otoritas Kamboja.

"Kami akan terus melanjutkan bantuan kemanusiaan," tambahnya.

Perdana Menteri Kamboja Hun Manet mengapresiasi meningkatnya peran Turkiye dalam berbagai persoalan regional dan global, sekaligus menyoroti semakin luasnya kerja sama kedua negara di berbagai bidang.

"Keterlibatan Turkiye yang proaktif dan konstruktif dalam upaya internasional untuk mendorong perdamaian dan stabilitas, termasuk di Timur Tengah, patut diapresiasi," kata Hun Manet dalam konferensi pers tersebut.

Hun Manet juga memuji kemajuan pembangunan Turkiye, penguatan identitas nasional dan kemandirian strategisnya, serta peran negara itu yang semakin menonjol dalam urusan regional maupun global.

Dia mengatakan Kamboja dan Turkiye telah menjalin hubungan persahabatan serta kerja sama yang produktif selama lebih dari enam dekade.

Menurut Hun Manet, kunjungannya ke Turkiye membuka babak baru dalam perkembangan hubungan bilateral kedua negara.

Dia mengatakan pembicaraannya dengan Erdogan berlangsung secara menyeluruh, mencakup kondisi hubungan saat ini, prioritas bersama, serta arah kerja sama pada masa mendatang.

"Kami telah mengambil langkah konkret untuk memperkuat kerja sama di bidang politik, pertahanan, dan keamanan. Hari ini kami juga menandatangani perjanjian kerangka kerja sama militer, yang menjadi langkah sangat penting ke arah tersebut," ujarnya.

Hun Manet mengatakan kedua negara juga menegaskan kembali besarnya potensi peningkatan perdagangan bilateral, kemudahan investasi, dan penguatan kemitraan sektor swasta.

Dia menambahkan bahwa Kamboja siap bekerja sama dengan kalangan bisnis Turkiye untuk membuka akses yang lebih luas ke pasar Asia melalui kerangka Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP).

Perdana Menteri Kamboja itu juga menyampaikan terima kasih kepada TIKA atas kontribusinya terhadap pembangunan sosial dan ekonomi Kamboja.

Kontribusi tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, pemberdayaan perempuan, serta program peningkatan kapasitas bagi perempuan Muslim di Kamboja.

Hun Manet mengatakan negaranya memberikan perhatian besar terhadap pengembangan kerja sama dengan Turkiye di bidang pariwisata, pendidikan, dan pertukaran budaya.

Dia menambahkan bahwa kedua pemimpin menekankan pentingnya kerja sama melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), serta berbagai forum regional dan internasional lainnya.

Hun Manet juga menyampaikan ucapan selamat atas status Turkiye sebagai mitra dialog ASEAN.

Dia berharap kerja sama konkret antara Turkiye dan ASEAN dapat terus diperkuat untuk mendukung integrasi kawasan, konektivitas, dan kesejahteraan bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Hun Manet turut mengundang Erdogan untuk berkunjung ke Kamboja.

Turkiye dan Kamboja menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja Sama Militer dalam rangkaian kunjungan Perdana Menteri Hun Manet ke Turkiye.

Penandatanganan perjanjian tersebut berlangsung di hadapan Presiden Erdogan dan Perdana Menteri Hun Manet.

Menteri Luar Negeri Hakan Fidan menandatangani perjanjian atas nama Turkiye, sedangkan Wakil Menteri Pertahanan Prak Sovanna mewakili Kamboja.

Sumber: Anadolu Ajansı. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with