Ekspor Mobil Korsel Turun 5,5 Persen Imbas Ketegangan Timur Tengah
Ekspor Mobil Korsel turun 5,5 persen pada September 2026 menjadi 6,05 miliar dolar AS, terdampak ketegangan Timur Tengah dan regulasi mobil bekas mengetat.

Nilai ekspor otomotif Korsel ke pasar Asia mengalami penurunan sebesar 60,0 persen menjadi 329 juta dolar AS atau setara Rp5,93 triliun pada September 2026. Selain wilayah Asia, nilai pengiriman unit ke kawasan Timur Tengah juga turun sebesar 7,1 persen menjadi 354 juta dolar AS atau setara Rp6,39 triliun. Pelemahan di kedua kawasan tersebut turut menekan kinerja total ekspor kendaraan Korsel.
Sebaliknya, ekspor kendaraan Korsel ke kawasan Amerika Utara mencatatkan kenaikan sebesar 9,2 persen menjadi 3,07 miliar dolar AS atau setara Rp55,38 triliun. Pengiriman ke kawasan Uni Eropa juga tumbuh sebesar 15,3 persen hingga mencapai nilai 1,11 miliar dolar AS atau setara Rp20,02 triliun.
Kementerian Perdagangan, Industri, dan Sumber Daya Korsel memaparkan faktor eksternal yang membebani kinerja ekspor tersebut. "Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan penurunan pengiriman mobil bekas akibat pengetatan regulasi di pasar ekspor utama membebani ekspor," kata pihak kementerian seperti dikutip The Korea Times.
Sumber: IDN Times. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...