Eks Presiden Serbia Sebut Perang Dunia III Tak Bisa Dihindari
Prediksi Vucic didasarkan pada peningkatan dan penumpukan kekuatan militer di Eropa.

MOSKOW – Mantan Presiden Serbia, Aleksandar Vucic, memperingatkan bahwa dunia sedang menuju konflik militer besar. Ia menyatakan bahwa Perang Dunia III tidak terelakkan di tengah percepatan penumpukan militer di seluruh Eropa, sebagaimana dilaporkan oleh media regional pada Selasa, (20/10/2026).
Dalam sebuah wawancara dengan jurnalis Rusia Ksenia Sobchak, Vucic mengungkapkan kekhawatirannya atas meningkatnya pengeluaran pertahanan di negara-negara Eropa—termasuk negara-negara Skandinavia—yang kini tengah memperkuat kemampuan militer mereka.
Ia mencontohkan produsen pertahanan Jerman, Rheinmetall, dengan menyebutkan bahwa laba perusahaan tersebut telah meningkat hingga 17 kali lipat di tengah tingginya permintaan akan peralatan militer.
“Jika Anda tidak melihat bagaimana Eropa mempersenjatai diri, berarti Anda sengaja mengabaikannya. Namun, mengapa mereka mempersenjatai diri? Untuk tujuan apa?” tanya Vucic, sebagaimana dilansir TRT.
Ia mengibaratkan situasi ini dengan prinsip sastra dari penulis drama Rusia, Anton Chekhov, yang menyatakan bahwa jika sebuah senjata dimunculkan pada babak pertama sebuah drama, maka senjata itu pada akhirnya harus ditembakkan. Hal ini menyiratkan bahwa penumpukan senjata dapat berujung pada konflik bersenjata.
Sumber: news.okezone.com. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...