Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Nasional

Dukungan Penuh Pemprov Riau untuk Pesparani Katolik III, Menuju Panggung Nasional di Manado

Dukungan penuh Pemprov Riau untuk Pesparani Katolik III, menuju panggung nasional.

Sumber foto: HALLORIAU.COM

PEKANBARU – Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Katolik III Provinsi Riau resmi digelar di SD Santa Maria Pekanbaru, Jalan Ahmad Yani pada Jumat (30/10/2026).

Perhelatan yang diikuti ratusan peserta dari 14 paroki di 10 kabupaten/kota se-Riau ini menjadi momentum penting bagi penguatan kemitraan antara pemerintah daerah dan umat Katolik.

Salah satu bentuk perhatian tersebut ditandai dengan masuknya dukungan pembiayaan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Riau untuk mengikuti Pesparani Nasional IV Tahun 2027 di Manado ke dalam APBD Provinsi Riau.

Dukungan tersebut disambut baik Ketua LP3KD Riau, Pandapotan Sitanggang, bersama seluruh umat Katolik di Bumi Lancang Kuning.

Pasalnya, sejak terbentuk melalui Surat Keputusan Gubernur Riau pada 2019, LP3KD telah menantikan dukungan pembiayaan pemerintah daerah untuk menunjang pelaksanaan program pembinaan dan keikutsertaan dalam kegiatan Pesparani di tingkat nasional.

Pandapotan menilai perhatian tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap keberadaan umat Katolik sebagai bagian dari masyarakat Riau yang turut berkontribusi dalam pembangunan daerah.

"Ini menjadi kabar baik bagi kami. Kami menyambut dengan penuh sukacita perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Riau. Setelah tujuh tahun LP3KD terbentuk, akhirnya ada perhatian nyata terhadap kebutuhan pembinaan umat Katolik melalui lembaga ini," ungkap Pandapotan.

Ia menjelaskan, dukungan anggaran tersebut sangat dibutuhkan untuk mempersiapkan kontingen Riau menuju Pesparani Nasional IV di Sulawesi Utara pada 2027.

Jumlah peserta dan pendamping yang diperkirakan berangkat mencapai 145 orang sehingga membutuhkan sokongan anggaran yang kuat.

Sebelumnya, Pandapotan telah berdiskusi dengan Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Riau mengenai kebutuhan prioritas kontingen. Di antaranya pembiayaan tiket perjalanan dan pakaian adat Melayu.

Menurutnya, pakaian adat Melayu menjadi bagian penting yang ingin ditampilkan kontingen Riau. Selain sebagai identitas daerah, hal tersebut merupakan bentuk kontribusi umat Katolik dalam memperkenalkan kekayaan budaya Melayu kepada masyarakat dari berbagai provinsi di Indonesia.

"Kami berharap dukungan pemerintah daerah dapat terus diperkuat sehingga seluruh kontingen memiliki kesempatan untuk berpartisipasi secara optimal," ujar dia.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Riau beserta jajaran yang telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan LP3KD.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Pesparani tidak hanya berorientasi pada kompetisi seni dan liturgi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan umat Katolik untuk memperdalam penghayatan iman, mengembangkan talenta, mempererat persaudaraan, serta membangun semangat pelayanan di tengah masyarakat.

Karena itu, keberadaan LP3KD memiliki peran lebih luas daripada sekadar mempersiapkan kontingen perlombaan. Lembaga ini menjadi salah satu wadah pembinaan umat sekaligus ruang bagi masyarakat Katolik untuk mengambil bagian dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Pandapotan menambahkan, umat Katolik merupakan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan Provinsi Riau. Kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan nilai-nilai keagamaan, pemeliharaan kerukunan antarumat beragama, pelestarian kebudayaan, serta keterlibatan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

"Umat Katolik juga merupakan bagian dari masyarakat Riau. Kami ingin terus berjalan bersama pemerintah, berkontribusi dalam pembangunan, serta menjaga kerukunan dan persatuan. Melalui LP3KD, pembinaan umat menjadi salah satu jalan untuk memperkuat kontribusi tersebut," ujarnya.

Adapun Pesparani Katolik III Riau diawali dengan misa syukur di Gereja Santa Maria Fatima yang dipimpin Uskup Keuskupan Padang, Mgr. Vitus Rubianto Solichin, serta dihadiri para pastor, suster, dan frater se-Kevikepan Santo Paulus Riau.

Ketua Pesparani III Riau, Probel Sihombing, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni atau ajang perlombaan. Pesparani menjadi ruang perjumpaan dan silaturahmi antarparoki sekaligus wadah bagi umat untuk menampilkan dan mengembangkan talenta dalam pelayanan Gereja.

Sejumlah cabang perlombaan digelar, mulai dari paduan suara, mazmur, tutur Kitab Suci hingga cerdas cermat rohani. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kategori berdasarkan kelompok usia.

Selain menjadi ruang pembinaan dan persaudaraan, Pesparani III Riau juga menjadi bagian dari persiapan menuju Pesparani Nasional IV di Sulawesi Utara pada 2027.

Pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Dewan Pembina LP3KD Provinsi Riau sekaligus Anggota DPRD Riau, Monang Pasaribu; perwakilan Ketua Umum LP3KN, Louis; Ketua FKUB Riau, Mulyardi; perwakilan Menteri Agama RI, Teguh; serta perwakilan Gubernur Riau, Jon Pinem.

Hadir pula perwakilan MUI Riau, Jailani; Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau; Pembimbing Masyarakat Katolik Riau, Alimasa Gea; Uskup Keuskupan Padang, Mgr. Vitus Rubianto Solichin; serta Vikaris Episkopal Kevikepan Santo Paulus Riau, RD. Alexius Sudarmanto.

Sejumlah organisasi lintas agama dan mitra lainnya turut hadir, di antaranya PGI, Permabudhi, Walubi, PHDI, Matakin, PGLII, BKKR, serta perwakilan PT Bumi Imperium. Kehadiran berbagai elemen tersebut memperlihatkan dukungan dan semangat kebersamaan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Provinsi Riau.

Pesparani III Riau berlangsung hingga Minggu (1/11/2026). Para pemenang akan diumumkan setelah pelaksanaan misa penutupan. (rls)

Sumber: HALLORIAU.COM. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with