Deretan Maskapai yang Batalkan Penerbangan ke Arab Saudi
Penutupan Bandara Internasional King Khalid Riyadh membuat banyak penerbangan batal. Maskapai-maskapai ini bahkan membatalkan penerbangan lebih lama.

Penutupan di Bandara Internasional King Khalid Riyadh membuat banyak penerbangan batal terbang. Maskapai-maskapai ini bahkan membatalkan penerbangan lebih lama dari penutupan bandara.
Otoritas Penerbangan Sipil Umum Arab Saudi telah memperpanjang penangguhan operasi di Bandara Internasional King Khalid sementara inspeksi keselamatan dan penilaian kesiapan operasional terus berlanjut.
Pemberitahuan terkait layanan yang diterbitkan Kerajaan menunjukkan bahwa bandara akan tetap ditutup hingga pukul 21.00 GMT pada 17 Oktober, 00.00 waktu Arab Saudi pada 18 Oktober. Namun, tenggat waktu yang diterbitkan tidak menjamin bahwa operasi normal akan segera dilanjutkan.
Berikut beberapa maskapai yang telah ikut undur dari lalu lintas Arab Saudi sementara waktu:
Emirates menjadi maskapai dengan gangguan penerbangan paling siginifikan di Arab Saudi. Penerbangan langsung yang menghubungkan Dubai ke Riyadh dan Jeddah paling banyak dibatalkan pada Kamis (15/10/2026) menurut Gulf Business.
Totalnya ada 12 penerbangan yang dibatalkan dalam sehari. Layanan ke Damman juga mengalami pembatalan dengan situasi yang bervariasi.
Emirates mengumumkan bahwa jadwal penerbangan yang dipublikasi tidak menjamin layanan penerbangan tersebut beroperasi. Penumpang disarankan untuk memverifikasi pemesanan masing-masing langsung dengan Emirates.
Kemudian ada Etihad yang telah memperbarui pengumuman penerbangan ke Arab Saudi. Maskapai itu memperpanjang pembatalan pada beberapa rute yang menghubungkan Abu Dhabi dengan kerajaan tersebut.
Semua penerbangan antara Abu Dhabi dan Riyadh dibatalkan hingga Minggu, 18 Oktober, begitu pula dengan rute Abu Dhabi-Dammam dan Abu Dhabi-Jeddah. Sementara Penerbangan EY603 dari Abu Dhabi-Jeddah dibatalkan hingga Senin (19/10/2026).
Etihad telah memperingatkan bahwa perubahan jadwal lebih lanjut masih mungkin terjadi dan mendesak penumpang untuk memeriksa status penerbangan mereka sebelum bepergian.
Selanjutnya adalah FlyDubai yang berbasis di Dubai. Maskapai ini telah memperpanjang pembatalan penerbangan yang memengaruhi beberapa destinasi di Arab Saudi, termasuk Riyadh, Dammam, dan Abha, hingga 19 Oktober.
Maskapai tersebut mengatakan bahwa mereka terus memantau perkembangan dan akan mengkomunikasikan perubahan jadwal lebih lanjut kepada penumpang yang terkena dampak.
Air Arabia juga melaporkan pembatalan lebih lanjut yang memengaruhi penerbangan antara Sharjah dan beberapa destinasi di Arab Saudi pada tanggal 15 Oktober.
Penerbangan yang terpengaruh adalah rute SHarjah-Riyadh PP dengan nomor penerbangan G9151, G9154, G9152 dan G915. Penerbangan dengan rute Sharjah-Abha, Sharjah-Dammam dan Sharjah-Taif juga dibatalkan. Destinasi lain seperti Jeddah, Madinah, Gassim dan Tabuk masih tercantum dalam jadwal yang dipublikasi.
Namun, penumpang tidak boleh berasumsi bahwa penerbangan ini akan beroperasi sampai status penerbangan mereka dikonfirmasi langsung dengan maskapai.
Qatar Airways terus menangguhkan penerbangan ke dan dari Riyadh dan Dammam karena situasi keamanan regional.
Maskapai yang berbasis di Doha ini belum mengumumkan tanggal pasti untuk dimulainya kembali layanan ke kedua destinasi tersebut.
Maskapai internasional lainnya juga memperpanjang pembatalan atau menunda layanan. Menurut pembaruan dari Reuters, berikut maskapai-maskapai internasional lain yang mulai membatalkan layanan penerbangan dengan ketidapastian keberangkatan.
– Air India: Penerbangan ke dan dari Riyadh, Dammam, dan Jeddah ditangguhkan hingga 17 Oktober.- Akasa Air: Penerbangan ke dan dari Riyadh dan Jeddah ditangguhkan hingga 17 Oktober.- IndiGo: Penerbangan ke dan dari Riyadh, Jeddah, Dammam, dan Madinah dibatalkan hingga 17 Oktober.- Gulf Air: Layanan Bahrain-Riyadh dibatalkan hingga 17 Oktober.- Lufthansa Group: Layanan Riyadh dibatalkan hingga 16 Oktober.- Malaysia Airlines: Penerbangan ke dan dari Jeddah dan Madinah dibatalkan hingga 17 Oktober.- Philippine Airlines: Layanan Riyadh ditangguhkan hingga 29 November.- Cathay Pacific: Pengaktifan kembali layanan Hong Kong-Riyadh dan Hong Kong-Dubai ditunda hingga 31 Januari 2027.- Delta Air Lines: Peluncuran layanan Atlanta-Riyadh yang direncanakan ditunda hingga Maret 2027.
Sumber: detikTravel. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
500 Ribu Orang Diperkirakan Ikuti Demonstrasi Nasional di Prancis Hari Ini
Sebanyak 500.000 orang diperkirakan mengikuti demonstrasi besar-besaran di berbagai wilayah Prancis hari ini, Sabtu (31/10/2026), untuk memprotes kenaikan biaya hidup. Pemerintah Prancis menyiapkan sekitar...
TechConnect Gelar Liga Matematika Nasional Berhadiah Rp 1 Miliar
TechConnect menggelar The Genius Math League 2026 untuk menjaring talenta matematika dari SD hingga mahasiswa dengan total hadiah Rp 1 miliar.
Harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam enam bulan di tengah kekhawatiran atas situasi AS-Iran.
Menjelang akhir pekan, harga minyak berbalik arah dan melonjak ke level tertinggi sejak akhir April 2026, karena kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran dapat meningkat...