Sabtu, 31 Oktober 2026

DVP Berita

Terkini
Nasional

Cegah Banjir Berulang di Jiken Blora, BBPJN Bangun Gorong-Gorong di Jalur Nasional

BLORA, LINGKAR TV – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-Yogyakarta membangun gorong-gorong di jalur nasional Blora-Cepu, tepatnya di

Sumber foto: Lingkar TV

BLORA, LINGKAR TV – Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-Yogyakarta membangun gorong-gorong di jalur nasional Blora-Cepu, tepatnya di Desa/Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora. Pembangunan tersebut dilakukan untuk mengoptimalkan aliran air dan mengurangi risiko banjir yang sebelumnya menggenangi kawasan sekitar jalan.

Banjir yang terjadi pada Minggu, 26 Oktober 2025 lalu mengakibatkan sejumlah rumah toko (ruko) di dekat tugu Desa Jiken terdampak limpasan air dari jalan nasional. Akibatnya, barang dagangan milik sejumlah pedagang rusak hingga hanyut terbawa arus.

Pelaksana proyek preservasi gorong-gorong, Ryan, mengatakan pekerjaan tersebut dimulai pada Rabu, 14 Oktober 2026. Pembangunan mencakup satu unit gorong-gorong untuk membantu memperlancar aliran air di sekitar badan jalan.

“Ukuran gorong-gorong satu unit lebarnya 1,2 meter dengan kedalaman 1,5 meter. Total panjangnya 12 meter,” ujar Ryan, baru-baru ini.

Menurutnya, pembangunan gorong-gorong dilengkapi dengan penampungan air untuk mengurangi risiko luapan dari ruas jalan nasional Blora-Cepu ketika hujan deras. Pekerjaan juga mencakup penanganan infrastruktur drainase yang sudah ada agar fungsinya lebih optimal.

“Pekerjaan juga mencakup penanganan infrastruktur yang sudah ada agar fungsi drainase lebih optimal,” katanya.

“Dalam pelaksanaannya, proyek tersebut melibatkan lima pekerja dan tiga operator alat berat,” sambung Ryan.

Ryan menjelaskan, pembangunan gorong-gorong tersebut merupakan bagian dari paket preservasi atau pemeliharaan jalan nasional di wilayah Blora dan Rembang pada 2026. Paket pekerjaan itu memiliki alokasi anggaran total Rp10,6 miliar.

Anggaran tersebut terdiri atas Rp7 miliar untuk rehabilitasi jalan, Rp1,5 miliar untuk pemeliharaan rutin kondisi jalan, Rp1,5 miliar untuk penanganan holding, serta Rp600 juta untuk pemeliharaan berkala jembatan.

“Paket preservasi tersebut mencakup penanganan sejumlah ruas jalan lainnya. Yaitu, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Jenderal Sudirman di Kabupaten Blora serta Jalan Mantingan di Kabupaten Rembang,” bebernya.

Untuk Jalan Ahmad Yani, pekerjaan perbaikan dilakukan sepanjang sekitar 1,3 kilometer dengan nilai pekerjaan sekitar Rp2 miliar. Sementara itu, penanganan Jalan Jenderal Sudirman mencakup sekitar 0,5 kilometer dengan anggaran sekitar Rp1 miliar.

Adapun di Jalan Mantingan, Kabupaten Rembang, perbaikan dilakukan sepanjang sekitar 1,1 kilometer. Penanganan infrastruktur pendukung dalam paket preservasi tersebut juga mencakup Jembatan Sambong di Kabupaten Blora.

Pekerjaan preservasi dilakukan untuk menangani kerusakan jalan nasional di sejumlah titik pada ruas Rembang-Blora-Cepu, termasuk lubang pada badan jalan yang muncul akibat tingginya curah hujan.

Melalui paket tersebut, BBPJN Jawa Tengah-Yogyakarta tidak hanya memperbaiki kerusakan permukaan jalan, tetapi juga menangani infrastruktur pendukung, seperti gorong-gorong dan jembatan. Perbaikan tersebut diharapkan dapat menjaga kondisi jalan nasional sekaligus mendukung kelancaran dan keselamatan lalu lintas.

“Infrastruktur pendukung itu, menjaga fungsi jalan nasional serta mengurangi risiko genangan dan luapan air saat musim hujan,” katanya. (Lingkar Media Network/Lingkartv.com)

Sumber: Lingkar TV. Baca selengkapnya di sumber

Artikel terkait

Berita terbaru

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share with