Cara Jaringan Starlink Memberi Panduan di Medan Perang Ukraina
Pembatasan Starshield terbaru di Ukraina mengungkap pentingnya teknologi Starlink di perang.

Operasi pesawat nirawak Ukraina sempat tumbang saat layanan Starshield dibatasi. Bagaimana jaringan internet satelit orbit rendah itu membantu pasukan menemukan dan menyerang sasaran di medan perang?
Jaringan internet satelit Starshield memungkinkan militer Ukraina mengintai posisi musuh dan mengendalikan pesawat nirawak (drone) dari jarak jauh. Starshield adalah Starlink versi militer.
Ketergantungan pada teknologi ini terlihat ketika layanan SpaceX dibatasi pada Rabu (14/10/2026). Kemampuan drone Ukraina pun melambat dan sulit dikendalikan.
Starlink memberi Ukraina keunggulan komunikasi sejak awal invasi Rusia pada 2022. Akan tetapi, perusahaan pemilik Starlink, SpaceX, kemudian membatasi penggunaan Starlink untuk kepentingan militer tertentu.
Pada akhir 2022, perusahaan itu kemudian mengembangkan Starshield sebagai sistem satelit yang lebih aman bagi pemerintah dan militer. Menurut SpaceX, Starshield mempunyai tiga bidang utama, yakni komunikasi aman, pengamatan Bumi, dan integrasi perangkat khusus pada satelit.
SpaceX memperkenalkan Starshield setelah Rusia mengancam satelit-satelit Barat yang mendukung Ukraina. Starshield mengembangkan sistem satelit untuk kepentingan militer dan intelijen, terutama bagi Departemen Pertahanan AS atau Pentagon.
Meski demikian, cara kerja layanan komunikasi keduanya pada dasarnya sama, yaitu mengirimkan dan menerima data melalui jaringan satelit di orbit rendah Bumi yang terhubung dengan terminal pengguna.
Perbedaannya, Starshield menggunakan enkripsi tambahan, terminal khusus, dan sistem jaringan terpisah untuk komunikasi yang lebih aman. Namun, jaringan komunikasi Starshield tetap memanfaatkan Starlink sebagai tulang punggung. ”Sistem Starshield dimiliki dan dikendalikan oleh Pemerintah AS,” tulis CEO SpaceX Elon Musk di media sosial.
Pernyataan Musk itu disampaikan setelah Ukraina melaporkan gangguan koneksi pada terminal satelit yang dipasang di pesawat nirawak militernya. ”Setiap pembatasan kecepatan atau penggunaan diputuskan oleh militer AS dan pada akhirnya oleh Presiden Amerika Serikat,” lanjutnya.
Menurut Musk, penggunaan Starlink dibatasi untuk kegiatan sipil atau pertahanan. ”Starlink tidak boleh digunakan untuk tindakan militer ofensif, karena hal itu tidak pantas dilakukan oleh perusahaan komersial,” katanya.
Pada Jumat (16/10/2026), sejumlah pejabat AS yang tidak mau diungkap identitasnya menyebutkan, perintah pembatasan dari Gedung Putih. Presiden AS Donald Trump memang menekan Ukraina agar mau berdamai dengan Rusia.
Pejabat itu mengatakan, para pemimpin di Departemen Pertahanan AS menerima pesan bahwa layanan Starshield bagi militer Ukraina harus dilambatkan. Tidak disebutkan, siapa pastinya peminta itu.
Penasihat Presiden Ukraina Serhiy Beskrestnov mengatakan, SpaceX memberlakukan batas kecepatan 160 kilometer per jam (km/jam) pada terminal Starlink. Namun, sejumlah satuan Ukraina melaporkan kehilangan koneksi pada kecepatan kurang dari 80 km/jam.
”Pasukan pertahanan kami tidak menerima peringatan mengenai pembatasan ini sehingga sejumlah misi terganggu," kata Beskrestnov melalui Telegram.
Terminal SpaceX menjadi bagian dari sistem panduan banyak drone Ukraina, termasuk yang beroperasi di wilayah pendudukan Rusia. Gangguan koneksi pada Rabu menghambat kemampuan Ukraina menyerang sasaran Rusia. Ukraina juga sulit mengoperasikan drone pencegat untuk menghadapi serangan udara.
Starlink menyediakan komunikasi internet melalui lebih dari 11.000 satelit yang mengorbit Bumi pada ketinggian relatif rendah. Menurut dokumentasi resmi SpaceX, satelit Starlink beroperasi pada ketinggian 340–550 kilometer di atas permukaan Bumi. Ketinggian bergantung pada jenis dan kelompok orbit satelitnya.
Jaringan ini memungkinkan informasi dikirimkan antara pasukan dan perangkat militer yang terhubung, termasuk pesawat nirawak. Melalui koneksi tersebut, operator dapat menerima tayangan kamera drone untuk memantau pergerakan musuh.
Informasi itu digunakan untuk mengidentifikasi sasaran, sedangkan perintah pengendalian dikirimkan kembali kepada drone untuk eksekusi.
Dalam operasi Brigade K-2 Ukraina, Mei lalu misalnya, pesawat nirawak jarak menengah menggunakan jalur komunikasi satelit Starlink. Pesawat menyerang jalur pasokan Rusia.
Dari pusat komando di Kharkiv, operator memantau tayangan kamera termal drone yang terbang di wilayah pendudukan Rusia. Ketika kendaraan muncul, operator dapat mengarahkan pesawat nirawak untuk menyerangnya.
Drone tersebut dapat beroperasi pada jarak sekitar 25–200 kilometer di belakang garis depan. Di awal perang, wilayah sejauh itu sulit dijangkau drone Ukraina.
Saat itu, satuan K-2 meluncurkan 800 pesawat nirawak jarak menegah. Sebanyak 650 di antaranya mengenai sasaran. Sebelum diterbangkan, awak memeriksa baterai, kamera, pengendali penerbangan, dan terminal Starlink yang memungkinkan drone tetap terhubung selama menjalankan misi.
Pesawat nirawak dengan komunikasi Starlink juga digunakan Ukraina untuk menyerang jalur logistik, depot bahan bakar, sistem pertahanan udara, serta pusat komando Rusia lainnya.
Namun, Starlink sendiri bukan perangkat yang mendeteksi atau menentukan sasaran. Identifikasi sasaran dilakukan melalui kamera, sensor, dan operator pesawat. Starlink menyediakan jaringan komunikasi untuk mengirimkan informasi serta perintah pengendalian.
Koneksi yang terputus dapat membuat drone sulit dikendalikan meskipun masih mampu terbang. Gangguan itu dapat menghambat serangan atau memaksa operator membatalkan misi.
SpaceX mulai meluncurkan satelit Starlink pada 2019 menggunakan roket yang dapat digunakan kembali. Kini, jaringannya menjangkau sebagian besar wilayah dunia dengan sekitar 13 juta pelanggan.
Penggunanya meliputi rumah tangga, pelancong, perusahaan pelayaran, hingga maskapai penerbangan. Sinyal internet diterima melalui terminal yang ukurannya kira-kira sebesar surat kabar terlipat.
Berbeda dengan satelit komunikasi konvensional, satelit orbit rendah memungkinkan komunikasi cepat, dengan waktu tunda lebih singkat. Kondisi itu berguna dalam pengendalian drone yang membutuhkan pertukaran informasi dan perintah sangat cepat.
Untuk pengamatan Bumi, Starshield dapat meluncurkan satelit yang dilengkapi sensor dan mengirimkan data hasil pemrosesan. SpaceX juga mengembangkan wahana satelit yang dapat membawa perangkat sesuai kebutuhan pelanggan.
Saat ini, Pentagon jadi pelanggan terbesar Starshield. Pemerintah AS telah menghabiskan miliaran dolar AS untuk layanan Starlink dan Starshield.
Bahkan, Pentagon membeli satelit Starshield khusus. Salah satunya wahana komunikasi untuk misi peringatan rudal. Ada juga konstelasi satelit mata-mata bagi National Reconnaissance Office (NRO).
NRO adalah badan intelijen AS yang mengoperasikan satelit pengintaian. Kantor berita Reuters melaporkan proyek tersebut pada 2024. Operasi NRO sangat rahasia sehingga tak banyak diketahui publik.
Perbedaan kedua layanan itu sempat memicu perselisihan biaya antara SpaceX dan Pentagon selama perang AS-Israel dengan Iran pada 2026. SpaceX menilai penggunaan layanan satelit pada drone militer AS seharusnya dikenai tarif lebih tinggi dari yang dibayarkan.
Perusahaan itu meminta biaya koneksi naik untuk layanan tingkat lebih tinggi. Dari sekitar 5.000 dolar AS (Rp 89,5 juta) per terminal per bulan menjadi 25.000 dolar AS (Rp 447,5 juta).
Musk kemudian menyebut laporan Reuters itu salah. Akan tetapi, ia tidak memperincikan bagian yang dibantah.
Selain AS, Inggris juga telah menggunakan Starshield untuk kebutuhan militernya. Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan, layanan tersebut menggunakan konstelasi satelit, stasiun bumi, dan infrastruktur darat yang sama dengan Starlink.
Namun, Starshield menggunakan terminal khusus serta gerbang jaringan terpisah. Selandia Baru juga sedang menguji Starshield untuk menilai kegunaannya dalam operasi militer.
Pembatasan Starshield terbaru di Ukraina mengungkap pentingnya teknologi Starlink di perang. Hal itu juga memicu pertanyaan, siapa yang berwenang mengendalikan jaringan itu. (REUTERS/AP)
Sumber: Kompas.id. Baca selengkapnya di sumber
Artikel terkait
Berita terbaru
Festival Berlabuh Deli Serdang Tembus 125 Besar Event Nasional
Berawal dari inisiatif para alumni Duta Wisata sejak 2023, Festival Budaya Berlabuh di Deli Serdang terus berkembang hingga masuk dalam 125 besar Karisma Event...
Pemimpin Tertinggi Iran mengeluarkan serangkaian arahan tegas dan peringatan keras kepada AS dan Israel.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei telah memerintahkan militer untuk memperbarui daftar target AS dan Israel serta bersiap untuk menanggapi ancaman apa pun, tanpa memandang...
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Presiden Prabowo Berikan Taklimat kepada Peserta P3MDI dan Rapimnas Kadin di Hambalang
Prabowo Terima 250 Anggota Kadin di Hambalang
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Pertemuan membahas investasi domestik dan pengembangan industri masa depan.